HAURGEULIS, (FC).- Mengantisipasi terjadinya gagal tanam, Pemerintah Kecamatan Haurgelis melakukan pengecekan rumah mesin sedot air (P2AT) di Desa. Pengecekan ini menyusul adanya informasi terkait ratusan hektar lahan sawah pada musim rendeng (penghujan) belum bisa ditanami akibat curah hujan yang rendah dan minimnya pasokan air.
Adapun sejumlah desa rentang terjadinya gagal tanam diantaranya adalah Desa Cipancuh dan Sumbermulya Kecamatan Haurgelis. Pasalnya, persemaian yang sebelumnya telah disiapkan para petani di daerah tersebut hingga kini belum bisa ditanam karena tidak ada air. Sedangkan umur persemaian sudah terlalu tua sehingga akhirnya terancam gagal tanam.
Ketua (KTNA) Kecamatan Haurgeulis, Rasidi mengatakan, meski sudah masuk musim hujan, namun ada sekitar 800 hektare sawah di Kecamatan Haurgeulis yang saat ini belum bisa tanam. Menurutnya, selama ini hujan sangat jarang turun di daerahnya. Kalaupun hujan turun, intensitasnya rendah dan waktunya sebentar. “Kondisi ini diperparah dengan ketiadaan pasokan air dari Waduk Cipancuh,” kata Rasidi , Minggu (26/1).
Sumbermulya merupakan daerah paling ujung dari layanan Waduk Cipancuh, yang airnya bersumber dari Waduk Cipancuh Desa Situraja, Kecamatan gantar. Ketiadaan sumber air itu membuat petani di daerah tersebut tak bisa melakukan upaya apapun. Termasuk ketidakmampuan menyedot air dengan mesin pompa karena sungainya masih minim air.
Rasidi menambahkan, para petani di daerahnya sebenarnya sudah menyiapkan persemaian sejak pekan ketiga Desember 2019. Persemaian itupun dibuat dengan sistem semai kering karena ketiadadaan pasokan air. Petani berharap, persemaian tersebut bisa langsung ditanam pada pekan ketiga Januari 2020 saat sudah memasuki musim penghujan.
Camat Haurgeulis Rory Firmansyah,melihat kondisi petani di wilayahnya langsung meninjau rumah mesin sedot air (P2AT) di dampingi pamong desa cipancuh untuk mengoperasikan demi menyelamatkan tanaman petani di dua desa yakni Cipancuh Dan Sumbermulya.
“Intesitas hujan tahun ini memang sangat minim,maka itu kami operasikan P2AT ini,paling tidak petani senang,”Kata Rory
Menurutnya mesin pompa ini sekarang sangat dibutuhkan untuk mengairi sekitar 400 sampai 500 hektar sawah. Pasalnya melihat waduk Cipancuh yang belum ada airnya. Oleh karena itu dengan adanya rumah mesin pompa ini dapat di manfaatkan.(nanang)









































































































Discussion about this post