WALED, (FC).- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waled Kabupaten Cirebon tengah mengisolasi salah seorang pasien berinisial SY (43) asal Desa Cikulak, Kacamatan Waled, Kabupaten Cirebon. SY mengalami gejala yang hampir mirip dengan infeksi virus Corona dan di dirujuk oleh salah seorang dokter umum yang biasa menangani SY.
Direktur RSUD Waled, dr Budi Sunjaya membenarkan bila pihaknya tengah mengisolasi salah seorang pasien berinisial SY.
“Ini masih kami investigasi sampel darah dan kebutuhan penelitian lain sudah kami kirim ke Dinkes untuk ditindaklanjuti ke instansi terkait diatasnya. Saat ini masih status terduga ya atau suspect,” katanya.
Dikatakannya, pasien tersebut dengan gejala demam tinggi, batuk, sesak nafas dan pilek. Setelah ditanya ternyata ada riwayat perjalanan ke Taiwan belum lama ini. Kemudian pasien langsung masukan keruang isolasi dan langsung dilakukan serangkian tes
“Pasien, merupakan warga Kabupaten Cirebon yang sebelumnya juga ikut seminar di Taiwan. Dari keterangan yang didapat, seminar digelar tanggal 5 sampai 9 Januari 2020. Pada tanggal 12 Januari, pasien mengeluh sakit seperti panas, batuk hingga sesak napas dan memeriksakan diri ke dokter umum,” katanya.
Kemudian diperiksa ke dokter umum soal keluhannya tapi tidak juga sembuh. Dokter akhirnya merujuk ke RSUD Waled. Kendati demikian, RSUD Waled menyatakan tetap waspada terhadap indikasi sebaran virus Corona di Cirebon dengan perlengkapan Alat Pelindung Diri (APD) yang sudah disiapkan.
“Kami sampaikan edukasi ke karyawan untuk tidak panik, kita punya ruang perawatan isolasi, perawat juga kita wajibkan untuk memakai alat pelindung diri di waktu pelayanan, minimal menggunakan masker dan perlengkapan pengaman lainnya,”terangnya.
Dijelaskannya, jika dilihat dari kondisi pasien sewaktu datang, kondisi pasien tidak begitu parah, pasien tidak mengalami penurunan kesadaran dan bisa diajak berkomunikasi. Bahkan saat ini pasien juga sudah bisa duduk-duduk ditempat tidur.
“Virus ini kan mengakibatkan pneumonia atau radang paru-paru, tadi saya lihat kondisi pasien sebenarnya tidak terlalu parah, bisa duduk-duduk dan sadar, kita saat ini antisipasi melihat rekam perjalan yang sebelumnya dilakukan ke Taiwan ditambah gejala yang dikeluhkan sangat mirip dengan corona virus,”terang Budi.
Ditambahkan Budi, ada beberapa sampel yang dites untuk memastikan kondisi SY diantaranya dahak yang bersangkutan, tes darah dan rontgen. Tes tersebut bisa langsung diketahui hasilnya dalam beberapa jam karena saat ini peralatan yang dimiliki oleh RSUD Waled sudah cukup bagus.
“Hasilnya tes sementara sudah keluar, sejauh ini hasil lab-nya hanya flu biasa, bukan corona virus seperti yang dikhawatirkan. Tapi yang bersangkutan masih kita lakukan observasi untuk melihat perkembangannya, menunggu tes selanjutnya,”tambahnya.
Setelah 12 hari sejak dia mengeluh sakit jika kondisinya semakin membaik maka dipastikan tidak terkena Corona. Jika hasil rontgen menunjukkan gejala pneumonia maka pasien akan dirujuk ke RSD Gunung Jati Kota Cirebon.
“ Tapi jika kondisinya memburuk akan ditindaklanjuti oleh dokter yang sudah menanganginya,” tegasnya.
Pantuan “FC” Ruang isolasi itu tidak boleh dimasuki oleh sembarang orang. Bahkan, petugas medis yang akan memasuki ruangan itupun tampak mengenakan pakaian khusus. Di antaranya, masker, sarung tangan, penutup kepala, dan baju khusus berwarna hijau.
Selain itu, para petugas medis lainnya yang berada di IGD RSUD Waled juga terlihat mengenakan masker. Tak hanya itu, petugas sekuriti dan petugas kebersihan juga tampak mengenakan masker. Sejumlah orang yang berada di kompleks RSUD Waled pun turut mengenakan masker. (Nawawi)







































































































Discussion about this post