KAB. CIREBON, (FC).- Angka kecelakaan di wilayah Kabupaten Cirebon masih terbilang tinggi, sesuai data yang dikeluarkan oleh Satuan Lalu Lintas Polresta Cirebon mulai dari awal tahun 2025 hingga bulan April tercatat ada 289 kecelakaan baik roda dua maupun roda empat.
Kasat Lantas Polresta Cirebon, Kompol Mangku Anom Sutresno mengatakan, penyebab dari banyaknya angka kecelakaan tersebut akibat minimnya kesadaran tata tertib dan banyaknya pelanggaran yang dilakukan masyarakat saat berkendara.
“Penyebabnya tidak patuh lalu lintas dan tindak pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat,” jelasnya, kemarin.
“Rata-rata pelanggaran tertinggi yang dilakukan oleh pengendara roda empat antara lain melawan arus dan minimnya penggunaan sabuk keselamatan,” tambahnya.
Guna menekan angka kecelakaan, pihaknya secara rutin melakukan sejumlah upaya di antaranya melakukan penilangan dan peneguran terhadap para pelanggar.
“Dari semua bentuk pelanggaran itu kami lakukan penilangan dan peneguran agar masyarakat bisa lebih tertib saat berkendara sesuai peraturan yang berlaku,” paparnya.
Ia juga menyayangkan, insiden kecelakaan yang sering terjadi masih berada di lokasi yang sama yakni di ruas jalan pantura Cirebon.
“Sesuai data yang diperoleh, kejadian kecelakaan masih berada di jalur serupa seperti tahun-tahun sebelumnya. Di antaranya ruas jalan pantura Cirebon mulai dari wilayah Barat dan Timur Cirebon,” bebernya.
Ia kembali menerangkan mayoritas kecelakaan disebabkan kelalaian pengendara karena tidak patuh terhadap peraturan lalu lintas terutama saat putar balik dan masih banyaknya pengendara yang melawan arus.
Dari data yang dihimpun pada tahun 2024 Satuan Lantas Polresta Cirebon mencatat ada sebanyak 709 kecelakaan yang didominasi di wilayah kecamatan Gempol, Depok dan Gebang.
Sementara itu, pada tahun 2025 tepatnya periode Januari sampai April Satuan Lalu Lantas Polresta Cirebon mencatat angka kecelakaan sudah mencapai 289 kejadian.
Dari data jumlah kecelakaan tersebut, jalur pantura di Kecamatan Depok, Gempol dan Pangenan menjadi derah yang rawan terjadi kecelakaan.
Melihat hal tersebut, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk lebih peduli lagi dengan keselamatan dengan cara patuh terhadap peraturan lalu lintas. (Ghofar)













































































































Discussion about this post