KAB. CIREBON, (FC).- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon, Sophi Zulfia mengajak semua pihak untuk kerja bareng-bareng untuk kemajuan daerah. Sophi juga menyoroti sekaligus memetakan peluang, tantangan, hingga strategi konkret dalam menyongsong perhelatan Cirebon Investment Summit yang dijadwalkan berlangsung Juni mendatang.
Ia menegaskan komitmennya dalam mengawal percepatan pembangunan dan iklim investasi melalui sinergi lintas sektor. Hal itu disampaikannya dalam rapat koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di salah satu hotel di Kabupaten Cirebon, belum lama ini.
“Kita tidak bisa lagi bekerja sendiri-sendiri. Sinergi lintas dinas, sinergi antarlembaga adalah kunci. Dan DPRD siap mengawal ini,” tegas Sophi.
Sejumlah potensi daerah yang bisa menjadi magnet investasi, mulai dari kawasan wisata Batik Trusmi, aset eks Pabrik Gula Karangsuwung, hingga proyek energi etanol di Palimanan. Namun, menurutnya, potensi itu bisa stagnan tanpa koordinasi yang solid.
Untuk itu, kata Sophi pentingnya kerja terpadu lintas SKPD untuk memastikan keberhasilan program-program unggulan Pemkab Cirebon.
“Industri pariwisata, industri kreatif, bahkan pengolahan etanol bukan hanya urusan satu dinas. Ini kerja kolektif. Kita harus guyub,” ujarnya.
Sophi juga menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) lokal agar mampu menjadi bagian dari pertumbuhan investasi, khususnya di wilayah strategis seperti kawasan Rebana Metropolitan.
“Kesiapan SDM lokal harus menjadi perhatian utama. Lewat BLK, pelatihan keterampilan, kita dorong agar masyarakat jadi subjek pembangunan, bukan penonton,” katanya.
Tak hanya soal SDM, Sophi juga menggarisbawahi faktor keamanan sebagai unsur vital dalam menarik minat investor. Ia menilai, keamanan bukan hanya tugas aparat, tapi juga tanggung jawab bersama yang mencerminkan kesiapan daerah.
“Investor akan membaca situasi. Jika kita bisa tunjukkan bahwa Cirebon aman dan siap, itu sudah setengah jalan dalam menarik mereka,” ucapnya.
Isu pemanfaatan aset negara juga tak luput dari perhatiannya. Sophi menilai perlu ada konsolidasi antara Pemkab dan PT KAI, mengingat banyak lahan milik BUMN tersebut belum dikelola secara strategis mendukung pembangunan.
“Jangan sampai ruang-ruang publik dan lahan-lahan strategis hanya jadi ruko-ruko kecil yang tidak berdampak besar. Harus ada desain besar yang menyeluruh,” imbuhnya.
Sebagai penutup, Sophi menyatakan optimisme bahwa DPRD bersama Pemkab bisa menjadikan Cirebon Investment Summit sebagai momentum akselerasi kemajuan daerah.
“Kita siapkan Perda RTRW-nya, SDM-nya, dan infrastrukturnya. DPRD akan berada di garda depan untuk mendukung kebijakan pro-investasi yang berkelanjutan dan berpihak pada rakyat,” tandasnya. (Suhanan)













































































































Discussion about this post