KAB. CIREBON, (FC).- Polresta Cirebon bersama Pemkab Cirebon melakukan panen raya jagung di Desa Kedongdong Kidul, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Rabu (26/2).
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni menjelaskan, bahwa kegiatan panen raya ini merupakan bagian dari upaya bersama antara Polresta Cirebon, Pemda Kabupaten Cirebon, Dinas Pertanian, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
“Hari ini kami melaksanakan panen raya jagung di Desa Kedondong, Kecamatan Dukupuntang. Sebelumnya, kami juga telah menggelar panen raya di Desa Sumur Kondang, Kecamatan Karangwareng. Luas lahan yang ditanam di sini mencapai 4 hektare, dengan jagung yang dipanen sekitar 1,5 hektare,” ujar Sumarni.
Sumarni juga mengapresiasi hasil panen jagung yang dinilai cukup baik dan berkualitas.
“Alhamdulillah, jagung yang kami panen hari ini dalam kondisi bagus. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menggerakkan penanaman jagung, baik jagung pipil maupun jagung manis,” kata Sumarni.
Di tempat yang sama, Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman menegaskan, pihaknya mendukung terhadap program ketahanan pangan yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.
Jigus sapaan akrab Wabup mengungkapkan, bahwa program ketahanan pangan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama dalam memastikan ketersediaan pangan di tingkat daerah.
“Kami sangat mendukung program ketahanan pangan dari pemerintah pusat. Program ini penting agar masyarakat kita bisa memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, terutama untuk komoditas seperti jagung manis dan jagung pipil,” katanya.
Lebih lanjut, Jigus menekankan bahwa hasil panen ini memiliki dampak besar bagi para peternak ayam petelur di Cirebon. Dengan adanya produksi jagung pipil lokal, para peternak tidak perlu mencari pasokan dari daerah lain.
“Kebetulan di daerah sini juga ada peternak ayam petelur yang membutuhkan jagung pipil. Dengan produksi lokal, mereka tidak perlu mendatangkan jagung dari kabupaten lain,” katanya.
Selain itu, kata Jigus, Pemkab Cirebon juga telah menyediakan lahan seluas 308 hektare, yang diantaranya 250 hektare untuk tanaman jagung pilil dan 58 hektare untuk jagung manis.
“Ratusan lahan tersebut tersebar di wilayah Kabupaten Cirebon, di antaranya lahan milik perhutani, masyarakat, desa dan milik Pemkab Cirebon. Dengan area yang cukup luas, diharapkan hasil panen jagung dapat terus meningkat dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan daerah,” katanya. (Ghofar)

















































































































Discussion about this post