KAB. CIREBON, (FC).- Dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2022, sebanyak 92 ruang kelas Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kabupaten Cirebon sudah diperbaiki.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cirebon Ronianto mengatakan, perbaikan 92 ruang kelas itu tersebar di sejumlah SD Negeri di berbagai desa. “Ada 62 ruang kelas yang diperbaiki menggunakan DAK dan 30 lainnya APBD,” kata Roni, sapaan akrab Ronianto.
Secara keseluruhan, sambung Roni, jumlah ruang kelas SD yang berada di Kabupaten Cirebon mencapai 6.093 unit. “Dan dari jumlah tersebut hanya 1.567 ruang kelas dalam kondisi baik. Sedangkan 4.471 unit lainnya mengalami kerusakan ringan,” ujar Roni.
Dengan kata lain, lebih dari 73 persen kondisi ruang kelas SD Negeri di Kabupaten Cirebon mengalami kerusakan. Ia menambahkan, untuk ruang kelas SD Negeri yang mengalami kerusakan sedang berjumlah 31 unit dan 24 lainnya mengalami kerusakan berat.
Dipastikan Roni, pemerintah terus berupaya memperbaiki ruangan kelas yang mengalami kerusakan. “Kami terus berupaya memperbaiki semua ruangan kelas yang mengalami kerusakan, dan dilakukan secara bertahap,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, atap ruang kelas di SD Negeri 1 Astanamukti, Kecamatan Pangenan kembali ambruk. Kini tersisa hanya dua ruang kelas yang masih bisa digunakan. Untuk proses kegiatan belajar mengajar (KBM) terpaksa pihak sekolah membagi kelas menjadi 3 shift.
Kepala SD Negeri 1 Astanamukti, Asropi memaparkan, semenjak dirinya menjabat sebagai Kepala SD Negeri 1 Astanamukti sejak tahun 2020 lalu, melihat kondisi bangunan sekolah yang jumlahnya ada tujuh ruang belajar hanya ada empat ruang yang masih layak digunakan untuk KBM.
Sementara tiga ruangan belajar kondisinya sudah tidak layak digunakan lagi, karena atap bangunan ambruk dan bila digunakan rentan terjadi ambruk susulan, sehingga demi keselamatan siswa-siswinya tiga ruang belajar tersebut dikosongkan dan memanfaatkan empat ruang belajar yang ada.
“Dalam beberapa tahun terakhir, KBM hanya memanfaatkan empat ruang belajar, sementara dua kelas terpaksa untuk bergantian sehingga dibuat dua shift,” jelasnya. (Ghofar)













































































































Discussion about this post