MAJALENGKA, (FC). – Mewabahnya virus Corona membuat ratusan angkutan perkotaan (angkot) di Kabupaten Majalengka mulai berhenti beroperasi. Banyaknya warga yang dianjurkan berada di rumah selama mewabahnya virus tersebut oleh pemerintah, membuat penumpang angkot berbagai jurusan sepi penumpang.
Ketua DPC Organisasi Angkatan Darat (Organda) Kabupaten Majalengka, Anung Nurjaman mengatakan, saat ini ada sekitar 70 persen dari 700 unit angkot tidak lagi beroperasi.
Disampaikannya, adanya kebijakan pembatasan aktivitas warga di luar rumah untuk memutus penyebaran virus Corona menjadi salah satu faktor di dalamnya.
“Ada sih yang tetap jalan sekitar 30 persennya. Tapi ya begitu, sepi. Sebelum adanya wabah ini juga sudah sepi, ditambah begini ya sudah bagaimana ya,” ujar Anung, Selasa (7/4).
Anung menyampaikan, sebagian besar yang kini masih beroperasi trayek Majalengka kota-Kadipaten. Melihat kondisi ini, pihaknya berharap ada perhatian dari pemerintah.
“Kami ada rencana bersama DPC lainnya di Jawa Barat mengusulkan agar ada kebijakan yang diberikan kepada sopir angkutan,” ucapnya.
Ia pun berharap, dengan adanya tindakan seperti itu, pemerintah dapat segera menindak lanjuti harapan seluruh sopir angkot tersebut. Terkait bentuk perhatiannya, Anung menjelaskan hingga saat ini masih dalam pembahasan.
“Jangan sampai adanya wabah ini, pihak pemerintah nggak ada perhatian. Saya sudah koordinasi dengan pengurus DPC lainnya untuk itu (kebijakan),” kata Anung.
Lebih jauh pihaknya berharap agar pemerintah memberikan perhatian kepada para sopir angkot yang setiap harinya harus bergelut drngan waktu demi sesuap nasi bagi keluarga nya dirumah.
“Kami sangat prihatin dengan kejadian wabah Covid- 19. Tapi apa boleh buat, meskipun kita sangat terpuruk dengan kondisi ini, kami tetap akan mengikuti aturan pemerintah. Jadi, apa pun kebijakannya yang pasti ada perhatian untuk teman-teman,” pungkas dia. (Munadi)









































































































Discussion about this post