KAB. CIREBON, (FC).- Meminimalisir terjadinya hal yang tidak diinginkan ketika melakukan penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di wilayahnya. Muspika Astanajapura, Kabupaten Cirebon memantau langsung proses penyaluran BPNT di desa yang ada di wilayahnya, Rabu (8/4).
Camat Astanajapura, M. Iing Tadjudin, ditengah melakukan tinjauan langsung penyaluran BPNT di desa se Kecamatan Astanajapura, mengungkapkan, seluruh desa yang menyalurkan BPNT secara keseluruhan berjalan lancar. BPNT yang diterima warga adalah beras 13 kg, telur 7 butir dan daging sapi 3,3 ons.
Selain itu, kata dia, banyak hal yang perlu dilakukan evaluasi, khususnya dari segi mutu atau kualitas beras maupun jumlah telur yang diterima oleh masyarakat penerima manfaat,.
“Kualitas berasnya masih rendah dan jumlah telurnya yang seharusnya dalam jumlah kilo, namun dilapangan yang didapat dalam bentuk butir, rata-rata tujuh butir,” ungkapnya.
Iing menyebutkan, pemantauan proses pemberian BPNT oleh Muspika, karena beredar informasi dalam proses penyaluran BPNT disinyalir banyak terjadi pungutan. Sehingga menjadi perhatian khusus Camat Astanajapura beserta unsur TNI/Polri.
Pemantuan secara langsung ini menyikapi informasi tersebut, agar tidak terjadi apalagi pada masa Pandemi Covid-19. Iing menegaskan kepada para petugas bahwa untuk penyaluran bantuan dalam bentuk apapun jangan sampai ada pungutan.
” Kami tegaskan kepada semua petugas atau kordinator program, agar tidak melakukan pungutan dalam bentuk apapun, andaikan sebelumnya hal ini terjadi, untuk kali ini kami tegaskan agar tidak terjadi hal demikian. Saya tegaskan, jika masih ada temuan terkait hal tersebut, maka akan kami tindak tegas, hal ini perlu dilakukan agar semua pihak lebih mengutamakan kepentingan masyarakat, dan jangan sekali kali memanfaatkan sesuatu yang bukan haknya,” tegasnya. (Nawawi)














































































































Discussion about this post