HUT ke-81 PMI, 2.500 Mangrove Ditanam di Mundu Pesisir
KAB.CIREBON, (FC).- Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cirebon menanam 2.500 bibit mangrove di kawasan Pantai Mundu Pesisir, Kecamatan Mundu, Kamis (15/10).
Kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 PMI ini menjadi upaya menjaga ekosistem pesisir sekaligus mengantisipasi ancaman abrasi.
Sebelum penanaman, kegiatan diawali dengan apel siaga di kawasan Pantai Mundu Pesisir.
Ketua PMI Kabupaten Cirebon, Hj. Rd Sri Heviyana, mengatakan, peran PMI tidak hanya terbatas pada penanganan bencana, tetapi juga mencakup upaya pencegahan melalui pelestarian lingkungan.
“PMI tidak hanya bergerak dalam penanganan bencana, tetapi juga ingin ikut melestarikan lingkungan hidup,” ujar Heviyana.
Ia menjelaskan, kawasan Mundu Pesisir dipilih setelah PMI melakukan survei di sejumlah wilayah pantai. Di lokasi tersebut, masih terdapat lahan yang berpotensi ditanami mangrove untuk memperkuat perlindungan kawasan pesisir.
Selain membantu mengurangi dampak gelombang dan pengikisan pantai, penanaman mangrove diharapkan mendukung rencana pengembangan Desa Mundu Pesisir sebagai desa wisata.
“Kami melihat masih ada lahan yang perlu ditanami mangrove. Harapannya, tanaman ini bermanfaat untuk perlindungan pesisir sekaligus mendukung pengembangan wisata desa,” katanya.
Menurut Heviyana, keberadaan mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Karena itu, penanaman ribuan bibit tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana sekaligus investasi lingkungan bagi generasi mendatang.
Namun, ia mengingatkan, keberhasilan program tersebut tidak cukup hanya melalui penanaman. Perawatan tanaman dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan juga diperlukan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Kami berharap mangrove ini menjadi investasi lingkungan bagi generasi penerus dan membantu mengurangi risiko bencana di kawasan pesisir,” ungkapnya.
Selain penanaman mangrove, rangkaian HUT ke-81 PMI Kabupaten Cirebon juga diisi dengan penyaluran bantuan air bersih dan tandon air bagi masyarakat Desa Mundu Pesisir. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga.
Dalam kesempatan itu, Heviyana turut menyoroti persoalan sampah yang masih menjadi tantangan di kawasan pantai.
Menurutnya, sampah yang terbawa gelombang pasang tidak selalu berasal dari desa setempat sehingga penanganannya membutuhkan kepedulian bersama.
Ia menegaskan, upaya menjaga kebersihan pantai harus diimbangi dengan kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya.
Dengan begitu, pelestarian lingkungan pesisir dapat berjalan berkelanjutan dan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
“Kami berharap masyarakat semakin peduli terhadap kebersihan pantai dan membuang sampah pada tempatnya, sehingga lingkungan pesisir tetap terjaga,” pungkasnya. (Nawawi)


Tinggalkan Balasan