KOTA CIREBON, (FC) – Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Cirebon mengumumkan hasil rapid test yang telah dilaksanakan di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) dan Balai Diklat KB Kota Cirebon. Dari 197 orang yang telah dilakukan rapid test, diketahui ada 3 orang yang diketahui positif tepapar virus Covid-19.
Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Cirebon, Hj Eti Herawati saat melakukan video conference di Kantor PSC 119 Kota Cirebon, Rabu (15/4).
“Dari 197 orang yang di lakukan rapid test, ditemukan 3 orang positif terpapar virus,” ujar Eti kepada FC.
Perempuan yang juga Wakil Walikota Cirebon ini berharap, hal ini tidak berkembang lagi kepada masyarakat lainnya. Pemerintah Kota Cirebon saat ini telah menyiapkan tempat untuk isolasi apabila terjadi lonjakan jumlah masyarkat yang terindikasi terpapar virus Covid-19 ini.
“Ada tiga tempat yang kita persiapkan sebagai tempat isolasi, diantaranya Pusdiklatpri, Balai Diklat KB dan juga Gedung Negara. Namun baru Balai Diklat KB yang dinyatakan siap dengan kapasitas 40 bed (tempat tidur),” tutur Eti.
Tentunya, lanjut Eti, hal tersebut tidak diharapkan oleh semua pihak. Penentuan tempat tersebut merupakan sebuah langkah apabila terjadi kemungkinan terburuk dengan adanya lonjakan warga Kota Cirebon yang terkena virus Covid-19.
“Kita semua tidak mengharapkan itu, tapi tentunya kita juga harus berhitung kemungkinan terburuk yang terjadi. Apabila itu terjadi kita sudah siap,” ungkap Eti.
Eti juga menambahkan, untuk realokasi anggaran yang telah dilakukan Pemerintah Kota Cirebon menganggarkan Rp30 miliar, untuk anggaran Dinas Kesehatan sendiri mencapai Rp 6,4 miliar. Dari 30 miliar itu, 25 miliar sudah ditempatkan di pos-nya masing-masing, dan tersisa Rp5 miliar.
“Total hasil realokasi anggaran mencapai 30 miliar, namun itu belum semua masih ada yang akan kita sisir kembali anggaran yang ada di SKPD,” jelas Eti.
Masih kata Eti, berdasarkan keputusan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah harus melakukan realokasi anggaran APBD sebesar 50 persen.
“Ada aturan baru yang kita terima dari Pemerintah Pusat, bahwa realokasi anggaran APBD sebesar 50 persen,” kata Eti.
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, dr. Edy Sugiarto mengatakan, masyarakat Kota Cirebon diharapkan menumbuhkan rasa kasih sayang kepada sesama, jangan ada stigma negatif kepada orang yang positif apalagi terkait penolakan, baik tempat tinggal ataupun penolakan jenazah oleh warga.
“Kalau bagi agama Islam, yang meninggal akibat wabah penyakit itu syahid, jadi mereka tergolong orang yang syuhada. Jadi saya berharap disini tidak terjadi seperti di daerah lain, hormati mereka yang juga terkena wabah ini,” tandas Edy.
Semenjak dua hari yang lalu, masih kata Edy, Balai Diklat KB menjadi pusat untuk dilakukan rapid test Covid-19. Dirinya juga memohon doa kepada seluruh masyarakat Kota Cirebon, semoga langkah yang diambil oleh Pemerintah Kota Cirebon mampu memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Cirebon khususnya Indonesia. (Muslimin)











































































































Discussion about this post