KAB. CIREBON, (FC).- Antisipasi keamanan lingkungan dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab, serta memantau kedatangan warga luar perumahan, warga Perumahan Griya Sumber Indah (GSI) khususnya RW/05 dan RW/06, Kelurahan Tukmudal, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon melakukan penutupan seluruh pintu yang masuk ke wilayah mereka, kecuali pintu utama.
Hal tersebut diungkapkan Ketua RW/06 Kel. Tukmudal, Bambang Eko disaat melakukan penjagaan di pintu utama Perumahan GSI bersama warga, Rabu (15/4) malam.
“Sebetulnya kami sudah melakukan penutupan pintu masuk ke wilayah perumahan sudah lama, tapi hanya dilakukan setiap pukul 22.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB. Untuk saat ini kami menutup seluruh pintu masuk kecuali pintu utama untuk keluar masuk warga,” kata Bambang.
Dijelaskan Bambang, selain untuk menjaga keamanan lingkungan, pihaknya juga mengantisipasi penyebaran wabah Virus Korona (Covid-19) di lingkungan Perumahan GSI. Seperti diberitakan di beberapa media baik cetak maupun elektronik penyebaran Covid-19 bisa melalui warga dari luar kota yang terdampak Covid-19.
“Penutupan pintu masuk ke perumahan kami dimaksudkan juga supaya kami bisa memantau warga dari luar kota. Kalau semua pintu dibuka warga dari luar kota bisa masuk dari mana saja sehingga tidak terkontrol. Kita tahu bahwa ada kota –kota yang terdampak Covid -19, kami ingin melindungi warga dari virus yang mematikan tersebut,” jelasnya.
Ditambahkan Bambang, penutupan seluruh pintu masuk bukan berarti di perumahan GSI ada warga yang terpapar Covid -19, akan tetapi hal tersebut dilakukan murni keinginan dari warga untuk menutup semua pintu.
Dirinya selaku ketua RW hanya mengikuti keinginan warga yang mengingikan wilayahnya aman dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” tambahnya.
Dirinya berharap wabah Covid -19 di Indonesia khususnya di Kabupaten Cirebon cepat berakhir, sehingga kami bisa hidup seperti biasa. Saat ini kondisi masyarakat diliputi perasaan khawatir dirinya terdampak wabah Covid – 19.
“Mudah-mudahan wabah ini cepat berakhir, supaya kami dapat hidup seperti biasanya, tidak diliputi rasa khawatir,” ujarnya.
Hal senada juga diungkapkan Lurah Tukmudal, Baihaqi. Menurutnya penutupan di RW/05 dan 06 GSI bukan Lockdown seperti yang sering diberitakan media. Sebelumnya di wilayah tersebut sudah melakukan penutupan di seluruh pintu masuk hanya waktunya bertambah.
“Biasanya di RW/05 dan 06 melakukan penutupan pintu masuk ke perumahan hanya malam hari, sekarang penutupan dilakukan selama 24 jam. Bukannya latah seperti di wilayah lain yang sudah terdampak wabah Covid-19, hal ini dilakukan hanya untuk jaga – jaga saja,” kata Baihaqi.
Dijelaskannya, aktivitas warga tetap seperti biasa. Berbeda dengan Lockdown yang ada di wilayah lain, satu wilayah warganya tidak boleh keluar rumah, aktivitas warga dibatasi sampai wabah Covid-19 berakhir. Jadi bukan Lockdown hanya penutupan pintu masuk seperti biasa.
“Jangan disamakan dengan istilah Lockdown di wilayah yang terdampak Covid-19. Di RW/05 dan 06 warganya beraktivitas seperti biasa, bahkan orang tukang sayur yang setiap hari keliling di perumahan tersebut tetap menjajakan sayurannya ke warga sekitar,” jelasnya.
Penutupan dilakukan oleh RW setempat, ujar Baihaqi, dikarenakan adanya himbauan dari pemerintah untuk melakukan pemantauan bagi warga yang dari luar kota untuk didata.
Secara prosedur warga yang dari luar kota harus menyertakan surat sehat dari petugas kesehatan tempat asal, sehingga ketika tiba di wilayah yang dituju benar-benar dalam keadaan sehat.
“Kami dari pihak kelurahan sudah melakukan sosialisasi kepada RW dan RT agar mendata warga yang dari luar kota, syukur – syukur warga tersebut membawa surat keterangan (suket) sehat dari daerah asalnya,” ujarnya.
Dirinya berpesan kepada warga Kelurahan Tukmudal agar tetap tenang menghadapi Covid – 19. Tidak panik dengan membeli barang – barang khusunya sembako secara berlebihan. Selama kita hidup sehat dan mengikuti himbauan pemerintah, Insya Allah tidak terpapar Covid-19.
“Ikuti himbauan pemerintah untuk tidak keluar rumah jika tidak terpaksa. Membeli kebutuhan sehari – hari jangan berlebihan, jangan panik kita harus yakin wabah Covid – 19 ini cepat baeakhir,” tuturnya. (Mawa Bagja)














































































































Discussion about this post