MAJALENGKA, (FC).- Seorang warga asal Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka, yang merupakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona (Covid-19), dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Majalengka setelah beberapa hari melakukan perawatan.
Informasi tersebut dibenarkan oleh Juru Bicara (Jubir) Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Majalengka, H. Alimudin melalui siaran persnya, Rabu, (15/4).
“Ya betul, tadi pagi sekira pukul 07.00 WIB seorang warga asal Malausma yang dinyatakan PDP meninggal dunia di RSUD Majalengka,” ungkap Kepala Dinkes Majalengka ini.
Dijelaskan dia, almarhum sudah lama merantau di Karawang. Namun karena situasi wabah Corona, dan almarhum tengah merasakan sakit demam (tidak enak badan), akhirnya almamarhum pada hari Senin, 13 April 2020 memutuskan untuk pulang mudik ke-tempat kelahirannya di Majalengka.
Lantaran merasakan sakit, sambung dia, almarhum tidak langsung peulang ke rumahnya di wilayah Malausma, melainkan turun di RSUD Majalengka dengan maksud untuk memeriksakan diri dan berobat.
“Dari ruang IGD RSUD Majalengka, almarhum langsung dibawa ke-ruang isolasi perawatan Covid-19 karena diduga mengalami sakit dengan ciri-ciri mirip terpapar Covid-19,” imbuhnya.
Mengingat hal tersebut, lanjut dia, almarhum dilakukan rapid test dan tes SWAB agar diketahui secara pasti terkait sakit yang diderita almarhum ini.
“Berdasarkan keterangan, almarhum sudah lama menderita sakit paru-paru. Tapi kita tetap melakukan tes SWAB untuk memastikan, karena Covid-19 ini juga penyakit yang menyerang pernafasan. Terkait hasil tesnya, hingga kini belum keluar,” katanya.
Orang yang kerap disapa Ali ini menambahkan, setelah beberapa hari menjalani perawatan di RSUD Majalengka, akhirnya pada hari Rabu, 15 April 2020 pasien meninggal dunia.
“Untuk sementara, pasien ini meninggalnya lantaran paru-paru, karena belum bisa memastikan positif atau negatif, kan belum keluar hasil SWAB-nya. Terkait prosesi pemakamannya, tetap dilakukan sesuai protokoler penderita Covid-19. Hal itu sebagai bentuk antisipasi pencegahan penyebaran Covid-19, dan Alhamdulillah pemakamannya berjalan aman dan tertib,” pungkasnya. (Ibnu)











































































































Discussion about this post