INDRAMAYU, (FC).- Zona Merah Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Indramayu yang memiliki resiko tinggi di Kecamatan menurun.
Hal itu terlihat dari peta zonasi risiko Covid-19 Kabupaten Indramayu, update 2-15 Maret 2021.
Sebanyak 12 Kecamatan yang masuk zona merah dan memiliki resiko tinggi penyebaran Covid-19, data ini menurun jika dibandingkan bulan kemarin yang sebanyak 31 Kecamatan di Kabupaten Indramayu
Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara mengatakan, berdasarkan data yang masuk tren penyebaran Covid-19 di Indramayu mengalami penurunan.
Tercatat 31 Kecamatan yang masuk zona merah sekarang hanya 12 Kecamatan yang berstatus zona merah.
“Iya, 12 kecamatan berstatus zona merah ini adalah Kecamatan Sukra, Patrol, Kandanghaur, Haurgeulis, Gantar, Cantigi, Sindang, Lohbener, Jatibarang, Balongan, Sliyeg dan Karangampel,,” ungkapnya kepada FC, Kamis (18/3)
Deden mengatakan, selain 12 kecamatan yang masih zona merah, saat ini ada 15 kecamatan yang berstatus zona oranye.
Baca Juga: Semua Kecamatan di Indramayu Zona Merah COVID-19
Yakni, Kecamatan Anjatan, Bongas, Gabuswetan, Kroya, Cikedung, Sukagumiwang, Tukdana, Bangodua, Lelea, Losarang, Arahan, Pasekan, Indramayu, Kedokanbunder dan Krangkeng.
Sedangkan empat kecamatan lainnya berstatus zona kuning, yakni Kecamatan Terisi, Widasari, Kertasmaya dan Juntinyuat.
Deden menerangkan, pemetaan dilakukan melalui kategorisasi empat zona risiko, yang didapatkan dari hasil penjumlahan skoring dan pembobotan setiap indikator. Yakni, indikator epidemiologi, surveilans kesehatan, dan pelayanan kesehatan.
Dari data tersebut, kata Deden, memang ada beberapa kecamatan yang mengalami penurunan status dan ada pula yang statusnya meningkat dan juga menurun.
Meski jumlah kecamatan yang berstatus zona merah telah berkurang, namun masyarakat diminta tetap waspada.
Pasalnya, kasus Covid-19 terus mengalami lonjakan dalam beberapa hari terakhir.
Dikatakan Deden, meningkatnya angka penyebaran Covid-19 yang berstatus zona merah disebabkan karena masyarakat tidak mau diswab dan mencari kontak erat sulit karena pasien tidak jujur dan kooperatif
“Kami berharap masyarakat agar mau tracing – testing – treatment – serta mentaati protokol kesehatan dengan memperhatikan tiga M yakni mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak,” ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan update data Covid-19, tanggal 17 Maret 2021 telah terjadi peningkatan angka penyebaran Covid-19 di Indramayu sebanyak 83 dalam sehari dengan jumlah total keseluruhan 5.182 orang,126 orang meninggal dunia,4.000 orang dinyatakan sembuh sedangkan,Dalam Perawatan ,1,056 orang. (Agus)















































































































Discussion about this post