MAJALENGKA, (FC).- Demi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka kembali digelar, Dinas Pendidikan mengajukan ribuan guru di Kabupaten Majalengka untuk menjalani vaksinasi.
Hal itu sebagai tindak lanjut saran Bupati Majalengka, Karna Sobahi yang mana para guru harus divaksin terlebih dahulu sebelum KBM tatap muka kembali digelar.
Kepala Dinas Pendidikan Majalengka, Ahmad Suswanto mengatakan, sesegera mungkin pengajuan tersebut dilayangkan ke dinas terkait. Hingga nantinya, pelaksanaan vaksinasi bisa segera dilakukan.
“Segera kami ajukan. Sebanyak 6.700 guru baik PNS maupun honorer divaksin,” ujar Ahmad Suswanto saat ditemui di kantornya, Kamis (18/3).
Jika nantinya digelar vaksinasi, pihaknya menyarankan agar pelaksanaan vaksinasi digelar di puskesmas sesuai dengan domisili masing-masing guru. Sebagai contoh, misal guru yang bersangkutan tinggal di Cigasong, otomatis pelaksanaan vaksinasi dilakukan di Puskesmas setempat.
Baca Juga: Komisi IV Dorong KBM Tatap Muka di Majalengka Segera Dibuka
“Hal itu untuk mencegah terjadinya kerumunan jika dilakukan semuanya di sini (Kantor Dinas Pendidikan), apalagi ada ribuan guru di Majalengka,” ucapnya.
Sebelumnya, sambung dia, pihaknya juga telah mengajukan tiga kecamatan yang mana sudah sebulan terakhir tidak ada kasus Covid-19.
Namun, menurut Bupati, para guru sebaiknya divaksin terlebih dahulu untuk mengantisipasi adanya kasus klaster sekolah.
Terpisah, Wawan Bahtiar orang tua wali murid di Majalengka menyambut baik wacana akan segera digelar KBM secara tatap muka.
Hal ini untuk meningkatkan gaerah anak-anak kembali belajar. Dikatakannya sudah hampir setahun anak-anak belajar dirumah ataupun via daring, namun hasilnya dirasa kurang maksimal.
“Sebagai orang tua siswa, saya menyambut baik wacana KBM secara tatap muka kembali digelar. Karena selama ini anak-anak belajar di rumah dirasa kurang maksimal, bahkan lebih banyak mainnya dari pada belajarnya,” tutur Wawan sapaan akrabnya. (Munadi)















































































































Discussion about this post