“Disini sudah jadi langganan kekeringan. Untuk antisipasi sementara ada sekira enam lokasi tandon air atau toren di Desa ini agar warga bisa mengambil air,” kata Edi.
Bagi warga setempat yang membutuhkan air, masih Edi, pemerintah desa tidak memungut biaya sepeser pun. Mereka diperbolehkan mengambil air seperlunya di enam lokasi torn itu.
“Ya kalau bicara soal biaya penyediaan sarana air bersih ini memang agak lumayan. Karena instalasi pipa pun agak jauh lokasinya dari sumber air Cikananga,” ujar Edi.
Baru bulan Agustus ini, dalam sehari belasan warga sudah mulai mengeluhkan kekurangan air bersih.
Mereka mengantri dan dalam sehari ada yang bolak-balik hingga lima kali untuk mendapatkan air yang dibutuhkan keluarga.
“Semoga masalah ini ada perhatian dari pemerintah. Karena kebiasaan kekurangan air ini selalu dialami warga kami,” harap Edi. (Ali)














































































































Discussion about this post