KOTA CIREBON,(FC).- Walikota Cirebon Nashrudin Azis menepis anggapan bahwa pejabat yang dimutasi adalah hukuman, karena dinilai berkinerja kurang baik. Akan tetapi mutasi ini adalah kebutuhan dari suatu organisasi untuk penyegaran dan kebutuhan lainnya, termasuk open bidding.
Hal tersebut diungkapkan Azis seusai acara pemindahan, pengangkatan dalam jabatan pimpinan tinggi pratama atau eselon II B dan jabatan administrator eselon III A. Acara digelar di Ruang Adipura Kencana Balaikota Cirebon, Rabu (26/8).
Pejabat eselon II B yang dimutasi adalah Yoyon Indrayana dari Kadishub menjadi Staf Ahli Walikota. Posisi Kadishub yang ditinggal Yoyon diisi oleh Andi Armawan yang sebelumnya Kasatpol PP.
Kemudian Iing Daiman sebelum di Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPPPA) pindah ke Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D).
Abdulah Syukur akan menempati pos baru sebagai Kadisnaker yang sebelumnya menjabat Kadis Lingkungan Hidup. Seta aatu pejabat III A yakni Sekretaris DLH Sandy Sanjaya Adityas dimutasi sebagai Kepala Kesbangpol.
Azis menuturkan, pemindahan atau mutasi ini adalah hal yang biasa dan wajar. Dimulai dengan uji kompetensi para eselon II B dan hasilnya berupa rekomendasi KASN. Maka dari rekomendasi itulah dirinya mengambil kebijakan mutasi ini.
“Ingat, pejabat yang dimutasi ini bukan hukuman karena berkinerja tidak baik. Tapi ini kebutuhan untuk penyegaran organisasi sesuai dengan kemampuan dari hasil uji kompetensi,” jelasnya kepada FC.
Selain itu, kebijakannya ini merupakan strategi, guna mempercepat pencapaian visi misi dirinya sebagai kepala daerah. Dan meminta kepada semua pihak, agar mutasi ini jangan dimaknai secara politis.
Selama dua tahun ini, Azis mengaku banyak ketertinggalan dalam pencapaian tujuan visi misi. Untuk itu dengan formasi mutasi ini dan hasil open bidding yang akan datang, kabinetnya sudah bisa berlari mengejar ketertinggalan. Apalagi pada tahun 2022, proses pilkada sudah mulai dilaksanakan.
“Layaknya pelatih sepakbola, kami ini terkadang harus melakukan pergantian pemain. Demi menjaga kesegaran dari tim sampai pertandingan berakhir. Jangan sampai salah, memasang pemain belakang ketika tim butuh untuk banyak mencetak gol,” cetusnya.
















































































































Discussion about this post