KAB. CIREBON, (FC).- Sumur Cisereh yang terletak di Desa Kamarang, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon, dipercaya warga sekitar merupakan bagian dari aliran dari Gunung Ciremai yang tidak pernah kekeringan meski kemarau tiba.
Sumur yang diperkirakan sudah berumur ratusan tahun ini pun seringkali digunakan warga sekitar.
Warga setempat, Aep Rosidin mengatakan, sumur ini merupakan sumber penghidupan warga desa. Tidak hanya Desa Kamarang, namun beberapa desa disekitarnya.
Seperti warga desa Kamarang lebak dan Pangembangan yang juga turut memanfaatkan sebelum adanya Weslik.
Sumur Cisereh sendiri telah ada jauh sebelum dirinya lahir. Ia juga menyebutkan bahwa tidak ada yang tahu menahu awal mulanya sumur ini muncul.
“Saya lahir itu tahun 1956an, dan sudah ada sejak saya sebelum lahir. Ini sumur muncul secara alamiah, dan dikatakan bahwa sumur ini itu betusan (letusan) jalur air Gunung Ciremai,” katanya, Senin (5/7).
Sumur Cisereh sendiri terdapat dua titik, yang utama berlokasi di tengah sawah dengan diameter kurang lebih satu setengah meter dan kedalaman kurang lebih 1 meter.
Kemudian, titik kedua berada kurang lebih 100 meter sumur utama, dengan bentukan 2 bak persegi berukuran kurang lebih 2X2 meter.
Berbeda dengan titik utama, sumur di titik kedua lebih sering dimanfaatkan karena debit air, dan kebersihannya lebih terjamin.
“Ada dua titik yang utama di tengah sawah itu (sambil menunjukkan) cuma karena airnya sedikit dan keruh jadi jarang digunakan untuk konsumsi kebutuhan sehari-hari. Tapi kalau kemarau, kaum pria menggunakannya untuk mandi, apabila sumur yang tadi dipenuhi warga,” paparnya.
Sementara Kuwu Desa Kemarang, Endang Kusnandar mengungkapkan, dikarenakan tak pernah kering dikala musim kemarau, sumur Cisereh seringkali digunakan untuk kebutuhan sehari-hari termasuk masak dan minum.
“Sering dipakai kalau kemarau. Desa Kamarang kalau tidak ada sumur Cisereh akan kesulitan air setiap kali musim kemarau,” bebernya.
Ia juga mengungkapkan alasan sumur ini juga dinamakan Sumur Cisereh, karena banyaknya pohon sirih di sekitar sumur.
“Banyak pohon sereh (sirih) besar tadinya pokoknya banyak pohon-pohon besar tadinya cuma karena mati akhirnya dipotong,” jelasnya.
Selaku Kuwu Endang juga menyampaikan, pengairan di desanya masih belum sepenuhnya teraliri air bersih yang cukup bagi warganya.
Namun, karena adanya sumur Cisereh cukup terbantu, terlebih dikala musim kemarau.
“Kita warga desa yang baru teraliri air bersih itu sejauh 60 persen. Sisanya, masih mengandalkan termasuk untuk sawah juga dari sumur Cisereh. Insya Allah dalam waktu dekat akan kita maksimalkan pengairan ke rumah-rumah warga, kemudian air sumur Cisereh akan digunakan untuk kepentingan lain seperti kebutuhan perencanaan wisata agri,” pungkasnya. (Sarrah)











































































































Discussion about this post