KAB. CIREBON (FC).- Desa Ambulu, Kecamatan Losari kembali diguyur program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di tahun anggaran 2021 dari Kementrian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya.
Program tersebut bertujuan untuk mempercepat penanganan permukiman kumuh di Indonesia dan mendukung Gerakan 100-0-100, yaitu 100 persen akses universal air minum, 0 persen permukiman kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak, penataan tersebut akan membawa Desa Ambulu menuju desa sejahtera.
Kuwu Desa Ambulu, Sunaji mengungkapkan, penataan kawasan melalui program Kotaku ini akan mempengaruhi faktor lingkungan, ekonomi dan sosial.
Dijelaskannya, faktor lingkungan sendiri dipastikan akan berubah total, dari yang semula kawasan kumuh menjadi lingkungan yang teratur. Bahkan bisa menaikan nilai jual dari sisi ekonomi.
“Alhamdulillah saat ini pihak ketiga sudah mulai menjalankan aktivitasnya sesuai target kerja mereka,” ungkapnya kepada FC, Senin (5/7).
Selanjutnya, dari sisi ketahanan sosial juga akan berpengaruh besar. Ketika lingkungannya tertata, jelas Sunaji, ekonomi yang meningkat secara pranata sosial warga sekitar pasti akan berubah.
Mereka tidak lagi berpenampilan kumuh, tidak lagi berperangai layaknya warga desa pantai pada umumnya, tetapi nilai ini akan memperoleh status sosial kehidupan mereka.
Masih dikatakan dia, penataan kawasan dari program Kotaku akan mengangkat tiga faktor indeks desa membangun, yaitu sosial, ekonomi dan lingkungan.
Penataan kawasan pasti sangat berpengaruh dengan kemajuan desa, karena kegiatan penataan kawasan akan mempengaruhi indek kemajuan Desa Ambulu yang awalnya 2018 adalah desa tertinggal, saat ini posisinya sudah menjadi Desa Mandiri.
“Insya Allah 2 tahun mendatang cita-cita menjadi Desa Sejahtera bisa kami wujudkan, tentunya dapat dukungan dari Kementerian PUPR, khususnya Tim Kotaku Kabupaten Cirebon,” terang Sunaji.
Lebih lanjut Sunaji menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kementrian PUPR, Balai Prasarana Pemukimam Jawa Barat, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Dan Pertanahan Kabupaten Cirebon dan lainnya. (Nawawi)
















































































































Discussion about this post