KOTA CIREBON, (FC).- Pemerintah Kota Cirebon menerima kunjungan peserta Program Kepemimpinan Nasional (PKN) dalam agenda Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) tingkat II Angkatan II tahun 2026 Lembaga Administrasi Negara di Balai Kota, Rabu (6/5).
Kunjungan ini sebagai ruang dialog terbuka antara pengalaman praktik di daerah dengan perspektif kebijakan yang tengah dikembangkan dalam pendidikan kepemimpinan nasional.
Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman dalam sambutannya menegaskan bahwa kehadiran para peserta PKN merupakan momentum penting untuk saling bertukar gagasan yang kontekstual dan aplikatif. Menurutnya, dinamika yang dihadapi pemerintah daerah saat ini menuntut pola pikir yang tidak lagi konvensional.
“Kami memandang ini sebagai proses tukar menukar gagasan strategis antara praktisi di lapangan dengan para calon pemimpin nasional yang sedang menempuh pendidikan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Kota Cirebon memiliki karakteristik yang unik dengan luas wilayah yang relatif terbatas, namun berperan sebagai simpul distribusi barang dan jasa serta pusat mobilitas antara Jawa Barat dan Jawa Tengah. Kondisi tersebut membawa konsekuensi pada tingginya tekanan demografis dan laju urbanisasi yang terus meningkat.
“Dengan laju pertumbuhan penduduk mencapai 1,69 persen per tahun, tantangan yang kami hadapi tidak lagi sekadar administratif. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana menciptakan tata kelola pemerintahan yang mampu merespons kebutuhan warga secara cepat dan presisi,” lanjutnya.
Sekda juga mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan kunjungan ini sebagai ruang analisis yang mendalam, termasuk dalam melihat berbagai tantangan implementasi kebijakan di tingkat daerah.
“Kami membuka diri sepenuhnya. Seluruh perangkat daerah telah kami instruksikan untuk transparan dalam menyampaikan data, tantangan, hingga evaluasi internal. Kami percaya, dari diskusi yang jujur dan tajam akan lahir solusi yang lebih adaptif bagi pembangunan ke depan,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan rombongan dari Lembaga Administrasi Negara (LAN), Iih Fahiha, menyampaikan bahwa visitasi ini merupakan bagian dari pembelajaran tematik yang berfokus pada kepemimpinan adaptif.
“Tema yang kami usung adalah kepemimpinan adaptif untuk mewujudkan organisasi publik yang resilient melalui manajemen risiko dan inovasi pelayanan publik. Di Kota Cirebon, kami mengangkat subtema tentang bagaimana kepemimpinan adaptif memanfaatkan pelayanan publik sebagai instrumen penguatan ketahanan sosial dan kepercayaan publik,” ungkap Iih.
Ia menilai, dinamika pelayanan publik di Kota Cirebon mencerminkan kompleksitas yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran peserta PKN. Hal tersebut menjadi salah satu pertimbangan utama dalam penetapan Kota Cirebon sebagai lokus visitasi.
“Kota Cirebon menunjukkan praktik pelayanan publik yang berkembang di tengah dinamika masyarakatnya. Ini menjadi indikator bahwa kota ini layak dijadikan lokus pembelajaran, karena menghadirkan pengalaman nyata tentang bagaimana kebijakan dijalankan dalam kondisi yang terus berubah,” tuturnya. (Agus)













































































































Discussion about this post