KAB.CIREBON, (FC).- Pemerintah Kabupaten Cirebon meningkatkan kewaspadaan terhadap lonjakan kasus campak yang belakangan terjadi di sejumlah wilayah.
Bahkan, kasus tersebut dilaporkan telah menyebabkan tiga balita meninggal dunia.
Bupati Cirebon, H Imron, menyampaikan keprihatinannya saat melakukan monitoring kegiatan Outbreak Response Immunization (ORI) campak di Desa Mundu Pesisir, Kecamatan Mundu, Jumat (8/5).
Menurut Imron, imunisasi menjadi langkah paling efektif untuk mencegah penyebaran campak dan berbagai penyakit menular lainnya.
“Penyakit campak merupakan salah satu penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi,” ujar Imron.
Ia menegaskan, penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi tidak hanya mengancam bayi, tetapi juga seluruh kelompok usia.
Berbagai penyakit seperti hepatitis B, tuberkulosis, difteri, pertusis, tetanus, polio, pneumonia, campak, rubella hingga kanker leher rahim disebut dapat dicegah melalui vaksinasi.
Karena itu, Imron menilai imunisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan penting untuk melindungi kesehatan masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Cirebon terus berupaya meningkatkan cakupan imunisasi dengan membuka layanan yang mudah dijangkau masyarakat,” katanya.
Layanan imunisasi tersebut tersedia di berbagai fasilitas kesehatan mulai dari posyandu, puskesmas, rumah sakit, praktik dokter, bidan hingga klinik kesehatan.
Imron menegaskan kehadirannya dalam kegiatan ORI campak merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menekan penyebaran kasus yang terus meningkat.
“Kegiatan ini menjadi bukti komitmen bersama agar kasus campak tidak terus bertambah dan meluas,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), tenaga kesehatan, tokoh agama, hingga tokoh masyarakat untuk ikut mengedukasi warga mengenai pentingnya imunisasi.
Selain edukasi, pemerintah daerah juga mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan agar program imunisasi dapat menjangkau masyarakat hingga pelosok desa.
“Kepada para orang tua, saya mengimbau agar membawa anak-anaknya ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan imunisasi demi masa depan generasi yang sehat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Hj Eni Suhaeni, mengungkapkan hingga saat ini masih terdapat sekitar 40 persen balita yang belum mendapatkan vaksin campak.
Menurutnya, percepatan imunisasi dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor mulai dari pemerintah kecamatan, desa, kader kesehatan hingga tokoh masyarakat.
“Dinkes tidak bekerja sendiri. Semua harus terlibat agar target imunisasi bisa tercapai,” ujarnya.
Eni menjelaskan, pelaksanaan ORI massal berlangsung pada 4-9 Mei 2026. Setelah itu, pihaknya akan melakukan sweeping imunisasi untuk menjangkau anak-anak yang belum mendapatkan vaksin, terutama yang sebelumnya tertunda karena sakit.
Sweeping tersebut difokuskan di tujuh kecamatan yang menjadi wilayah prioritas penanganan kasus campak.
“Sekarang fokus di tujuh kecamatan dan mudah-mudahan tidak meluas ke wilayah lain,” katanya.
Ia juga mengungkapkan, dari tiga balita yang meninggal dunia, dua di antaranya dinyatakan positif campak, sementara satu kasus lainnya negatif.
Menurut Eni, tantangan terbesar di lapangan masih adanya sebagian orang tua yang menolak imunisasi bagi anaknya. Karena itu, pihaknya terus menggencarkan edukasi bersama berbagai elemen masyarakat.
“Kami berharap masyarakat yang sebelumnya menolak vaksin bisa memahami pentingnya imunisasi demi kesehatan anak-anak,” pungkasnya. (Ghofar)













































































































Discussion about this post