Ia menyatakan, selain kualitas produk, sumber daya manusia untuk menembus pasar internasional tidak mudah salah satunya adalah dibutuhkan permodalan yang cukup kuat.
Oleh karena itu, pihaknya melakukan mediasi maupun koordinasi dengan sejumlah stakeholder agar kendal permodalan bisa diatasi.
“Kami dengan industri jasa keuangan baik perbankan maupun non perbankan menjalin channeling untuk mengidentifikasi pelaku usaha UMKM yang membutuhkan pembiayaan dan berpotensi melakukan ekspor. Karena setiap bank itu ada pembiayaan untuk ekspor, ternyata masih banyak pelaku usaha yang belum tahu,” terangnya.
Ia menekankan, memang pelaku usaha yang baru tidak bisa langsung melakukan ekspor ada beberapa tahapan dan persyaratan yang harus ditempuh.
“Memang untuk pelaku usaha yang baru tidak bisa sekonyong-konyong ekspor, ada tahapannya. Jika dalam prosesnya ada kendala maka hal itu bisa dikombinasikan lalu dicarikan solusinya. Contohnya, bisa saja kita berkolaborasi dengan pabrik rotan jadi sekali kirim satu kontainer itu tidak hanya rotan saja di dalamnya juga ada beberapa produk UMKM,” pungkasnya. (Frans)











































































































Discussion about this post