KUNINGAN, (FC).- Kebakaran hebat menghanguskan Toko Bangunan Sri Mekarwangi di Desa Lebakwangi, Kecamatan Lebakwangi, Senin dini hari (1/12).
Api melalap hampir seluruh isi bangunan dan menyebabkan kerugian besar yang ditaksir mencapai Rp1,8 miliar.
Peristiwa ini pertama kali terpantau sekitar pukul 02.00 WIB oleh Acih binti Abdul Damin (45), warga yang saat itu hendak berjualan sorabi.
Melihat asap pekat membumbung dari toko, Acih langsung melaporkannya kepada Fauzi, anak pemilik toko, yang kemudian menghubungi UPT Damkar Kuningan.
Kepala UPT Damkar, Andri Arga Kusumah, menyampaikan bahwa laporan diterima pada pukul 02.10 WIB.
Lima menit kemudian, 15 personel regu piket 3 bergerak cepat ke lokasi menggunakan tiga unit mobil pancar.
“Ketika kami tiba pukul 02.49 WIB, api sudah membesar dan menyebar cepat karena di dalam toko banyak material mudah terbakar seperti cat, thinner, dan bahan kimia lainnya,” ujar Andri.
Proses pemadaman berlangsung dramatis. Petugas harus berjibaku selama hampir enam jam, hingga akhirnya api benar-benar dipastikan padam pada pukul 07.05 WIB.
Tak hanya ganasnya api, keterbatasan suplai air serta jarak sumber air yang jauh menjadi tantangan besar di lapangan.
“Bahan-bahan yang terbakar sebagian bersifat mudah meledak dan beracun. Kami harus berhati-hati agar tidak menimbulkan risiko tambahan,” jelasnya.
Meski kerusakan bangunan sangat parah, beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Dugaan awal mengarah pada mesin pencampur cat sebagai sumber penyulut api.
Upaya pemadaman didukung oleh anggota Polres Kuningan, Polsek Lebakwangi, Koramil Lebakwangi, PLN, serta warga sekitar yang membantu mengamankan area dan memperlancar penanganan.
Api juga berhasil dicegah agar tidak merembet ke rumah warga yang berada di tiga sisi bangunan.
Saat ini, penyelidikan lebih lanjut masih berlangsung. Damkar Kuningan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada bangunan yang menyimpan bahan mudah terbakar.
(Angga)










































































































Discussion about this post