KOTA CIREBON, (FC).- PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Cirebon melakukan pemeliharaan listrik tanpa padam dengan menerjunkan tim PDKB (Pekerjaan Dalam Kondisi Bertegangan). Sebanyak 7 personil PDKB Sentuh Langsung PLN UP3 Cirebon melakukan pemeliharaan Jaringan Tegangan Menengah (JTM) di Cirebon, Kuningan dan sekitarnya.
Perlu diketahui, Tim Pekerjaan Dalam Bertegangan (PDKB) PLN UP3 Cirebon selama Periode September 2024 berhasil menyelesaikan pemeliharaan di 37 lokasi dan menyelamatkan 223.307 kWh atau setara dengan 231 juta rupiah.
Tim PDKB menggunakan metode sentuh langsung antara lain pemeliharaan jumper, pengecekan pin hole konduktor kabel penghantar listrik, perbaikan konstruksi alat pelindung jaringan dari petir, penggantian isolator tumpu, dan penggantian ikatan isolator tumpu.
Manager PLN UP3 Cirebon, Imam Ahmadi mengatakan peran PDKB sangatlah penting di PLN karena mampu bekerja dalam keadaan bertegangan tanpa memadamkan aliran listrik ke pelanggan.
“Tujuan dengan adanya tim PDKB Sentuh Langsung adalah untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan seperti pada salah satu 4 Pilar Transformasi yaitu Customer Focus, jadi saat pemeliharaan tidak perlu memutus aliran listrik agar pelanggan tetap terus menikmati pelayanan tanpa hambatan,” ujar Imam.
PDKB PLN melakukan pemeliharaan tanpa padam dengan dua metode, yaitu sentuh langsung dan berjarak. Metode sentuh langsung memiliki keunggulan, antara lain pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat, personil yang diperlukan lebih sedikit, jumlah titik pekerjaan tiap hari lebih banyak, dan potensi gangguan yang sebelumnya tidak bisa dilihat dari bawah menjadi terlihat saat petugas mengerjakan pekerjaan dengan metode sentuh langsung.
Selain itu jenis pekerjaan yang bisa dilaksanakan dengan metode Sentuh Langsung lebih banyak daripada metode berjarak.
Lebih lanjut Imam mengapresiasi upaya Tim khusus PDKB Sentuh Langsung yang telah bekerja keras dalam melakukan pemeliharaan Jaringan selama Koalisi PDKB.
Tim PDKB bertugas untuk melakukan pemeliharaan Jaringan Tegangan Menengah (JTM) dengan tegangan 20.000 Volt tanpa padam, dengan linesman atau pelaksana menyentuh langsung jaringan listrik dengan APD pelindung lengan yang tahan 40 kV, sarung tangan isolasi yang tahan 30 kV, dan sepatu boot isolasi yang tahan 30 kV.
Sementara itu, Susiana Mutia General Manager PLN UID Jabar mengatakan kegiatan ini sangat diperlukan untuk mengupayakan keandalan Listrik dan merupakan salah satu tujuan serta target perusahaan yaitu Customer Focused.
“Saya sangat berharap melalui kegiatan positif ini dapat memberikan dampak positif terhadap kehandalan listrik di wilayah kerja Cirebon. Cirebon ini merupakan salah satu daerah tujuan wisata sehingga PLN fokus terhadap kendalan listriknya,” cap Susiana. (Rls/FC)














































































































Discussion about this post