KOTA CIREBON, (FC).- Di tengah imbauan pemerintah agar calon jemaah menunda keberangkatan umrah akibat situasi keamanan di Timur Tengah yang dinamis, sebanyak 40 jemaah asal Cirebon yang diberangkatkan Salam Tour Travel dipastikan tetap menjalankan ibadah dengan lancar di Makkah.
Owner Salam Tour Travel, KH Dede Muharam mengatakan, hingga Senin (2/3/2026), belum ada pembatalan penerbangan maupun penutupan bandara yang berdampak pada rombongannya.
“Alhamdulillah, hari ini program grup yang sedang di Makkah itu hari terakhir. Insyaallah nanti malam waktu Maghrib Jeddah, mudah-mudahan tidak ada halangan, akan take off dari Jeddah ke Jakarta,” ujar KH Dede Muharam saat berbincang dengan wartawan, Selasa (3/3/2026).
Ia menegaskan, sampai saat ini kondisi penerbangan masih normal. “Sampai hari ini baik dari airport maupun dari penerbangan tidak ada informasi pembatalan dan tidak ada informasi penutupan,” ucapnya.
Rombongan tersebut diketahui berangkat delapan hari lalu, tepatnya pada 23 Februari 2026. Selama berada di Tanah Suci, aktivitas ibadah berjalan tanpa gangguan berarti.
“Alhamdulillah semua kegiatan lancar sampai pagi ini. Ini kan waktu Subuh di sana sekarang, baru selesai Subuh. Tidak ada hiruk-pikuk yang mengganggu ibadah,” jelas dia.
KH Dede menyebutkan, jumlah jemaah yang tengah menjalani ibadah umrah saat ini sekitar 40 orang. “Ada 40-an grup kami,” katanya.
Mereka dijadwalkan kembali ke Indonesia pada Senin malam waktu setempat, langsung dari Jeddah menuju Jakarta. Salam Tour juga telah menjadwalkan keberangkatan berikutnya pada 17 Ramadan mendatang.
Hingga kini, belum ada informasi pembatalan untuk jadwal tersebut. “Tidak ada, dari penerbangan dan dari airport itu tidak ada,” ujarnya.
Terkait imbauan pemerintah, KH Dede membenarkan, bahwa informasi tersebut sudah diterima seluruh biro perjalanan.
“Sudah, semua sudah. Asosiasi travel se-Indonesia juga sedang menyampaikan terkait dengan imbauan dari Wakil Menteri Haji,” ucap KH Dede.
Namun menurutnya, selama belum ada larangan resmi atau penutupan akses penerbangan, perjalanan umrah masih memungkinkan dilakukan. “Karena selama penerbangan tidak dilarang atau tidak ditutup, juga airport masih berjalan. Visa sudah siap, hotel sudah siap, tiket sudah siap,” jelas dia.
Ia juga menjelaskan, potensi risiko lebih besar justru berada di jalur penerbangan transit yang melewati sejumlah negara tertentu.
“Yang kemungkinan riskan itu yang melalui Qatar, Dubai atau Abu Dhabi. Jalur transit itu yang lebih riskan dibanding yang langsung ke Jeddah. Kalau kami menggunakan Saudi Airlines sehingga tidak ada transit,” katanya. (Agus)











































































































Discussion about this post