MAJALENGKA,(FC), – Dengan memasang target 3.000 unit perumahan di kawasan Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning), Kadin Majalengka menggagas program Majalengka Housing Partnership Gentengisasi 2026.
Program ini diinisiasi agar setiap hunian baru dianjurkan menggunakan genteng tanah liat produksi UMKM Genteng Jatiwangi.
Langkah ini menjadi strategi besar untuk memastikan industri genteng Jatiwangi memiliki kepastian pasar sekaligus mendukung percepatan program perumahan rakyat di wilayah Jawa Barat bagian timur.
Program tersebut diperkuat melalui forum kolaboratif bersama Bank pemerintah yang mempertemukan Koperasi perajin Genteng Jatiwangi (Kopegja) dan asosiasi pengembang perumahan wilayah III Cirebon.
“Sinergi ini menandai komitmen bersama untuk mengintegrasikan rantai pasok genteng lokal ke dalam proyek-proyek perumahan skala regional,” ujar Ketua Kadin Kabupaten Majalengka, Rd. Hendrian Suryanatanagara, Selasa (3/3/2026).
Melalui penandatanganan nota kesepahaman dengan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Majalengka, serta para pengembang, setiap pembangunan perumahan baru di Ciayumajakuning diarahkan terhubung langsung dengan perajin genteng Jatiwangi melalui satu pintu distribusi Kopegja.
“Skema ini diharapkan menciptakan sistem suplai yang efisien sekaligus memperkuat posisi industri genteng tradisional di tengah persaingan produk pabrikan modern,” ungkapnya.
Kopegja sendiri menaungi sekitar 200 pengusaha genteng yang tersebar di lima kecamatan di Majalengka, dengan kapasitas produksi mencapai hingga satu juta genteng per hari.
Kekuatan produksi tersebut dinilai mampu memenuhi kebutuhan material atap bagi target 3.000 rumah pada tahun 2026, sehingga genteng lokal Majalengka dapat terserap secara masif dalam proyek perumahan rakyat.
Dengan langkah ini, Kadin Majalengka tidak hanya mendorong peningkatan produksi, tetapi juga memastikan keberlanjutan pasar bagi perajin/UMKM genteng Jatiwangi.
“Sinergi antara perajin, perbankan, dan pengembang diharapkan menjadi fondasi baru ekosistem perumahan berbasis produk unggulan daerah. Menjadikan genteng Jatiwangi, Majalengka, sebagai penopang utama pembangunan hunian di kawasan Ciayumajakuning,” imbuhnya.
Terpisah seorang buruh pabrik genteng Jatiwangi, merasa senang atas dukungan pemerintah pusat yang menghimbau warganya untuk mengunakan genteng dalam setiap membangun rumah.
Hal ini sebagai bukti keberpihakan pemerintah terhadap para pengusaha genteng. Diakuinya selama ini nasib pengusaha genteng hampir diujung tanduk. Dengan adanya kabar ini sungguh sangat menggembirakan, khususnya bagi para buruh pabrik genteng.
“Kita selaku buruh ksn menggantungkan nasibnya di perusahaan, kalau genteng tergusur oleh jenis pabrikan, maka kepahitan yang para buruh rasa. Namun sekarang ada secercah harapan dengan adanya program gentengisasi, Semoga pengrajin genting kembali bergairah dan ekonomi pun turut bangkit,” ujar Kardiah seorang buruh pabrik genteng Jatiwangi (Munadi)











































































































Discussion about this post