KUNINGAN,(FC).- Beberapa hari yang lalu, Senin (24/8), anggota DPRD Kuningan dari Fraksi Gerindra Bintang, Sri Laelasari melakukan Monev dengan mengunjungi peternakan Sapi milik warga di Kelurahan Cipari, Kecamatan Cigugur. Kunjungan ini untuk melihat langsung kondisi sebenarnya perihal pembuangan limbah kotoran sapi di lapangan.
Sri menjelaskan, dirinya sengaja berkunjung untuk mengetahui permasalahan pembuangan limbah kotoran hewan di Kecamatan Cigugur yang menjadi fokus pengawasannya.
“Saya kemarin berkunjung bersama Kabid Pengendalian, Pemulihan dan Penegakan Hukum Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Kuningan,dan perwakilan dari KSU Karya Nugraha sebagai organisasi dari para peternak sapi, dari pihak Koramil dan Kelurahan Cigugur,” jelas Sri
Sri menjelaskan, dalam monitoring dan evaluasi (Monev) itu, terpantau kondisi kotoran sapi di sekitar kandang warga memenuhi saluran pembuangan /selokan. Ketinggian endapan kotoran sapi itu berkisar dari 30-60 cm saat diukur, memadati selokan yang sudah tidak ada airnya.
“Permasalahan pembuangan kotoran sapi ini sudah dari tahun ke tahun selalu muncul. Intinya, kebijakan pemerintah daerah dan kesungguhan para peternak dalam pengelolaan limbah kotoran sapi,” lanjutnya.
Sri juga menyampaikan sesuai info yang diterimanya, Pemda Kuningan melalui Dinas LH yang sudah mengupayakan untuk membantu peternak dengan armada truk pengangkut kotoran sapi. Untuk pembuangan, Pemda Kuningan pun telah menyiapkan lokasi di sekitar Jalan Baru seluas 3 hektar.
Untuk itu, Sri berharap agar Pemda lebih tegas dalam menegakan aturan agar peternak tidak membuang limbah kotoran sapi sembaranan. Apalagi sudah ada surat dari Bupati terkait larangan membuang limbah sapi sembarangan sudah dibuat.
Sri mengatakan, Pemda Kuningan harus lebih peka dan serius dalam mengatasi permasalahan kotoran hewan. Setiap hari, Sri mengaku mendapatkan aduan warga yang berkunjung ke rumahnya
“Apalagi limbah kandang sapi ini berada di atas dari pada pemukiman penduduk Kelurahan Winduherang dan masyarakat Kuningan kota, Ini akibat warga yang terdampak kotoran hewan tersebut, sudah mendapat kegembiraan dari bupati melalui janji dan tindakannya, sekarang mana instrumen pemerintah yang mendukung terhadap tindakan dan ucapan bupati?” kata dia.
Sri menegaskan bahwa peternak sapi dan warga Winduherang itu sama merupakan masyarakat yang mesti mendapat pelayanan dan perlindungan sama dari pemerintah. Sri mempertanyakan higga saat ini berapa jumlah peternak sapi yang berada di sekitar Kelurahan Cipari.
“Tolong, kepada pemerintah jangan membiarkan tanpa pengawasan khusus pada mereka, seperti dari kualitas kebersihan kandangnya seperti apa, sikap petani sapi gimana dan banyak lagi yang harus di perhatikan, artinya, jika pembiaran kasus kotoran hewan begini. Dimana posisi pelayanan pemerintah terhadap warga bukan dari kalangan peternak sapi?,” pungkasnya. (Bambang)















































































































Discussion about this post