Sementara yang masuk dalam program-program tersebut kebanyakan keluarga perangkat desa, dan diantaranya ada penerima bantuan yang statusnya lebih kaya dari dirinya.
“Ibu-ibu yang datang ke kantor desa hampir mengalami hal serupa, makanya kami mendatangi desa untuk meminta kebijakan Kuwu agar nasib warga miskin seperti saya bisa dimasukan ke dalam warga penerima program,” ungkap Enah.
Senada juga dikeluhkan, Darni (70) warga RT/01 RW/03 seorang janda jompo yang hidup serba kekurangan. Ia mengaku selama ini belum pernah tercatat mendapatkan program bantuan apapun dari pemerintah.
Sementara di desa lain informasinya di tengah masa pandemi Covid-19 ini semua warga terdampak Covid-19, apalagi warga miskin mendapatkan perhatian pemerintah dengan pemberian bantuan.
“Dari berbagai program yang diumumkan pemerintah desa (pemdes) belum ada namanya,” ucap Darni penuh harap.
















































































































Discussion about this post