KAB. CIREBON, (FC).- Sengkarut bantuan pemerintah di tengah masa pandemi Covid-19 dan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Cirebon. Puluhan warga miskin yang didominasi ibu-ibu di Desa Kendal, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon menggrudug balai desa setempat, Selasa (13/5).
Mereka mempertanyakan bantuan dari program manapun untuk warga miskin di tengah kondisi yang sulit ini.
Mereka menuntut Kuwu untuk memberikan kebijakan agar bantuan warga miskin dilakukan secara merata dan bukan hanya orang tertentu saja karena masih banyak warga miskin yang tidak masuk sebagai penerima bantuan dari program manapun.
Salah seorang warga miskin asal Blok Pahing Dusun 02, RT/03 RW/03, Enah kepada FC mengungkapkan, sebagai warga miskin yang penghasilannya selalu kurang awalnya masih bisa bersabar ketika namanya tidak tercatat sebagai penerima program PKH maupun BPNT.
Di masa pandemi Covid-19 ini ditambah lagi pemberlakuan PSBB Jabar, kehidupannya semakin terhimpit sehingga merasa butuh perhatian dari pemerintah. Munculnya data penerima Bansos Provinsi yang juga tak masuk, kemudian Bansos Bupati juga tidak masuk dan terakhir BLT DD juga namanya tak masuk juga.
















































































































Discussion about this post