KAB.CIREBON, (FC).- Musim kemarau tahun ini diprediksi datang lebih cepat dengan intensitas lebih kering dari biasanya. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu sektor pertanian di Kabupaten Cirebon, terutama komoditas padi.
Mengantisipasi dampak tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon menyiapkan sejumlah langkah pencegahan agar produksi pangan tetap terjaga dan petani terhindar dari gagal panen.
Kepala Distan Kabupaten Cirebon, Deni Nurcahya melalui Sub Koordinator Produksi Tanaman Pangan, Iwan Mulyawan, mengatakan ada empat strategi utama yang akan dijalankan menghadapi musim kemarau.
Langkah pertama, pihaknya berkoordinasi dengan instansi terkait seperti PUTR, BBWS, dan PSDAP guna memastikan distribusi air irigasi tetap berjalan normal.
“Kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menjamin distribusi dan ketersediaan air,” ujar Iwan, Selasa (28/4).
Langkah kedua, Distan menyiagakan alat dan mesin pertanian (alsintan), terutama pompa air, baik bantuan pemerintah maupun milik swadaya petani.
“Pompa air harus siap digunakan sewaktu-waktu apabila dibutuhkan,” katanya.
Langkah ketiga, petani didorong melakukan percepatan tanam agar tanaman padi lebih siap menghadapi puncak kemarau.
“Dengan percepatan tanam, diharapkan saat kemarau datang tanaman sudah cukup besar sehingga peluang selamat lebih tinggi,” jelasnya.
Selanjutnya, petani juga diimbau menggunakan benih padi varietas tahan kering, seperti Situbagendit dan Inpago.
Berdasarkan data lima tahun terakhir, wilayah rawan kekeringan di Kabupaten Cirebon berada di kawasan dengan sumber air terbatas, seperti Sedong, Susukanlebak, Lemahabang, Karangwareng, serta wilayah timur lainnya. Sementara di wilayah utara, daerah rawan berada di Gunungjati dan Suranenggala.
Distan berharap langkah antisipasi tersebut mampu menekan risiko kekeringan dan menjaga produktivitas pertanian selama musim kemarau berlangsung. (Ghofar)













































































































Discussion about this post