Selama ini, kata warga setempat yang mengaku bernama Rahmat, kendaraan pengunjung objek wisata Panyaeuyan parkirnya sepanjang pinggir jalan, sehingga menimbulkan kemacaten.
“Sebaiknya dicarikan solusi agar wilayah wisata tidak macet.” ujar Rahmat.
Objek wisata Panyaweuyan sampai saat ini pengunjung tidak dikenakan tarif masuk. Pengunjung hanya dikenakan jasa parkir saja.
Kedepan sebaiknya Pemkab Majalengka mencarikan solusinya, baik akses masuk, tempat parkir maupun tarif masuk. Sehingga kedepan objek wisata bisa menjadi andalan tumpuan ekonomi bagi masyarakat setempat. (Munadi)















































































































Discussion about this post