KAB.CIREBON, (FC).- Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk- Cisanggarung (Cimancis) saat ini mulai melakukan pengerukan sedimentasi di Sungai Selopengaten yang ada di Desa Citemu Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon.
Hal tersebut menyusul adanya keluhan dari para nelayan di Desa Citemu lantaran sulitnya mereka untuk melaut karena sedimentasi sungai selopenganten yang tinggi.
Sungai Selopenganten sepanjang 500 meter dengan lebar 30 meter ini merupakan akses utama bagi sekitar 250 perahu nelayan Citemu dalam beraktivitas melaut.
Salah seorang nelayan desa setempat, Sutirno mengatakan, sebelumnya kondisi sungai selopengaten sangat memprihatinkan karena adanya pendangkalan.
Hal ini mengakibatkan aktivitas nelayan sangat bergantung pada pasang surut air laut, sehingga membatasi kemampuan mereka untuk melaut.
Ia pun mengapresiasi langkah yang dilakukan BBWS Cimancis dengan merespons cepat keluhan para nelayan Citemu dengan menerjunkan alat berat berupa eskavator ampibi untuk melakukan normalisasi sungai selopengaten.
“Alat berat ini dinilai sangat efektif untuk menormalisasi sungai selopengaten,” terangnya, Sabtu (16/8).
Tentu, lanjutnya, langkah yang dilakukan BBWS ini sangat disambut baik oleh para nelayan, karena dengan adanya normalisasi sungai selopengaten dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam beraktivitas melaut sekaligus dapat meningkatkan kesejahteraan para nelayan.
“Alhamdulillah, keluhan kami direspon cepat pihak BBWS Cimancis. Kami ucapkan terimakasih dan semoga ini menjadi titik awal kebangkitan perekonomian kami sebagai nelayan,” ungkapnya.
Kuwu Citemu, Herintiano mengaku bersyukur dengan respon cepat BBWS Cimancis dalam menindaklanjuti keluh kesah para nelayan di desanya.
“Kami sangat bersyukur atas respon cepat BBWS Cimancis dalam menanggapi keluhan kami. Normalisasi sungai ini sangat membantu kami dalam beraktivitas melaut,” katanya.
Herintiano menyebut dengan dilaksanakannya normalisasi ini merupakan sebuah harapan dari penantian panjang para nelayan Desa Citemu dalam beraktivitas melautnya.
Normalisasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para nelayan dan masyarakat sekitar, serta meningkatkan kemampuan mereka dalam beraktivitas melaut.
Ia pun berharap normalisasi sungai ini bisa dilakukan secara berkala setidaknya dalam dua tahun sekali, karena endapan lumpur di Sungai Selopengaten ini sangat cepat hal ini pun berimbas terjadinya pendangkalan sungai.
“Semoga dengan adanya normalisasi sungai selopengaten ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para nelayan dan masyarakat sekitar. Dengan meningkatnya kemampuan nelayan dalam beraktivitas melaut, tentunya juga akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka,” pungkasnya. (Nawawi)















































































































Discussion about this post