KAB. CIREBON, (FC).- Pegiat pertanian asal Desa Tegalsari, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Usman Effendi mengaku sudah berkirim surat kepada pemerintah daerah Kabupaten Cirebon untuk dapat mempergunakan lahan pertanian milik Pemda. Namun hingga saat ini, aku Usman, pihaknya belum mendapatkan kepastian. Pihaknya meminta ketegasan pemerintah, apakah ingin menyewakan ataukah tidak.
“Upaya sudah dilakukan, bahkan berkirim surat pada September tahun lalu. Bupati juga sudah mengiyakan. Sudah mengajukan untuk demplot, untuk penelitian dan Bupati Cirebon mendukung tentang keilmuan, seharusnya Pemda memiliki 201 hektare lebih, seharusnya merespon. Entah prosedurnya seperti apa. Saya sudah malas,” terang Usman melalui sambungan telepon selulernya, Kamis (2/2).
Menurutnya, jika dalam ketentuan yang dilontarkan pihak pemda ia harus menyewa lahan pertanian tersebut, maka dia bersedia, namun terlebih dahulu ia melihat kondisi tanah yang ada. “Jika sewa pun saya siap sesuai komitmen. Tetapi lihat kondisi tanahnya, tapi kenyataannya semuanya bohong. BKAD sudah, Dinas Pertanian juga sudah, sudah dirapatkan, tapi tidak ada jawabannya sampai sekarang,” katanya.
Masih menurut dia, untuk penelitian bibit hasil ciptaanya, saat ini masih menyewa lahan masyarakat. Per hektarnya berbeda-beda, dilihat dari jenis tanahnya. “Kalau yang saya garap di Tegalwangi atau Panembahan ini harga sewa per hektarnya antara 7-8 juta. Karena lahan sawahnya tidak teraliri saluran irigasi. Saya harus pakai pompa untuk mendapatkan airnya,” katanya.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Asep Pamungkas mengatakan, pemerintah daerah memiliki 201 hektare lahan yang bisa disewakan untuk masyarakat. Lahan tersebut tersebar di 10 wilayah kecamatan. “Masyarakat yang ingin menyewa lahan pertanian dipersilahkan, tapi sesuai aturan. Artinya, harga sesuai appraisal dari BKAD,” kata Asep.
Asep mengatakan, lahan tidak produktif yang disewakan kepada masyarakat memiliki keuntungan bisa meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). “Selain itu, produktivitas lahan akan terjaga dan ketersediaan pangan untuk Kabupaten Cirebon tetap terjaga,” kata Asep. (Ghofar)










































































































Discussion about this post