KOTA CIREBON,(FC). – Penghuni Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Kesambi Kota Cirebon harus mempertanggung jawabkan perbuatannya.
Pasalnya, penghuni lapas Kesambi berinisial AU berupaya menyelundupkan narkoba jenis sabu-sabu dan obat penenang ke dalam Lapas.
Namun, upaya ini berhasil digagalkan petugas. AU sendiri merupakan penghuni Lapas Kesambi dengan kasus narkoba dan harus menjalani 7 tahun hukuman penjara.
Menurut penuturan Kepala Lapas Kelas I Kesambi Kadiyono, warga binaan berinisial AU tersebut sudah hampir bebas, hal tersebut diperkuat dengan beberapa dokumen yang dimilikinya.
Namun sayang, AU harus menjalani hukuman tambahan karena kedapatan berupaya menyelundupkan narkoba ke dalam Lapas.
Walaupun, belum dijelaskan secara rinci hukuman tambahan yang akan dikenakan AU, hal ini sudah dipastikan oleh Kalapas.
“Tentu yang bersangkutan harus menanggung perbuatannya secara hukum. Padahal AU ini sudah hampir bebas. AU terpidana narkoba asal Bogor sebenarnya dia sudah hampir bebas, sudah ada SK-nya,” katanya, Jumat (7/7).
Kasus tersebut, kini dalam penanganan Polres Cirebon Kota.”Kasusnya kami limpahkan ke Polres Cirebon Kota,” imbuhnya.
Ia melanjutkan, tersangka penyelundupan narkoba dan obat penenang ke dalam Lapas Kelas I Kesambi yakni SDR adalah istri dari AU yang masih menjalani hukuman.
“Setelah menjalani pemeriksaan, SDR mengaku bahwa ia adalah istri dari AU yang masih menjalani hukuman di dalam Lapas,” ujarnya.
SDR sendiri, diamankan petugas karena berupaya menyelundupkan narkoba jenis sabu dan obat penenang ke dalam Lapas Kelas I Kesambi.
SDR menyembunyikan narkoba di bagian sensitifnya, hal itu diketahui setelah SDR melewati pemeriksaan body scanner.
Kadiono mengaku, sebelumnya SDR yang juga asal Bogor ini pernah beberapa kali mengunjungi AU. Saat itu, SDR memakai pakaian casual dan menggunakan celana jeans.
Namun, kali ini SDR datang melakukan kunjungan ke Lapas mengenakan busana muslim yang serba tertutup dan gerak-geriknya mencurigakan.
“SDR membawa barang ini dari Bogor. Perempuan ini tidak seperti biasanya, sebelumnya dia melakukan kunjungan beberapa kali dengan memakai celana jeans tapi kemarin itu memakai seperti busana muslim begitu dan ada gerak-gerik yang mencurigakan. Saya bahkan pernah ketemu mungkin empat atau lima bulan lalu,” pungkasnya.(Frans/Job/FC)














































































































Discussion about this post