Perawat terpapar dari pasien
Walikota juga menuturkan, perawat itu terpapar Covid-19 dari pasien yang berstatus PDP yang kemudian dirujuk ke RSU Waled. Belakangan pasien itu dinyatakan positif dan berimplikasi pada perawat yang merawatnya di RSDGJ.
“Sebelumnya pasien itu pernah marah-marah karena merasa tidak puas pada fasilitas dan pelayanan di rumah sakit terutama ruang isolasi. Pasien juga sempat membuka maskernya. Dan kebetulan perawat itu terpapar dari pasien tersebut karena kontak langsung,” tuturnya.
Padahal kata Azis, dalam situasi seperti sekarang ini, diharapkan kepada semua pihak untuk dimengerti. Pemerintah sedang melakukan penanganan Covid-19 pada kondisi yang sulit. Sehingga bila ada kekurangan harap bisa dipahami.
Sedangkan tiga orang yang positif lainnya, terpapar atau tertular dari luar Kota Cirebon. Dua orang merupakan warga Kota Cirebon yang bekerja di luar kota dan seorang lagi dari Kabupaten Cirebon juga demikian.
Sementara itu Direktur Utama RSD Gunung Jati, Ismail Jamaludin, menjelaskan jika layanan di IGD RSDGJ sejak pukul 11.00 WIB tadi sudah kembali normal. Sebelumnya pihak RS melakukan screening dan sterilisasi.
Sedangkan perawat yang dinyatakan positif Covid-19 saat ini tengah menjalani isolasi di RSD Gunung Jati. Saat melakukan pelayanan kepada pasien, tenaga medis di RSD Gunung Jati juga dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD).
“Untuk kondisi biasa memakai APD level 2, sedangkan bila ternyata ada gejala Covid-19 memakai APD level 3,” tandasnya. (gus)














































































































Discussion about this post