KAB. CIREBON, (FC).- Ratusan tukang becak di Kabupaten Cirebon bakal menerima dana kompensasi dari pemerintah menyusul rencana larangan beroperasi saat arus mudik dan balik Lebaran.
Kepala Bidang Lalu Lintas pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cirebon, Mida Aftiyani, mengatakan kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Gubernur Jawa Barat yang disampaikan melalui Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat.
“Nanti ada kompensasi untuk abang-abang tukang becak. Saat ini kami tengah melakukan verifikasi data tukang becak di Kabupaten Cirebon,” ujar Mida, Rabu (25/2).
Ia menjelaskan, proses verifikasi dilakukan secara ketat dengan melibatkan tenaga ahli guna memastikan data penerima tepat sasaran. Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi yakni melampirkan foto e-KTP serta foto becak milik yang bersangkutan.
“Foto dengan becaknya untuk meminimalisir potensi kecurangan di lapangan,” katanya.
Berdasarkan data tahun lalu, jumlah tukang becak yang diajukan mencapai 557 orang. Namun, data final penerima kompensasi masih menunggu hasil verifikasi dari pihak provinsi.
“Provinsi masih melakukan verifikasi. Kami di kabupaten hanya monitoring dan evaluasi. Ketentuan resmi dari provinsi juga masih kami tunggu,” ujarnya.
Mida menambahkan, kompensasi tersebut diberikan seiring rencana pelarangan operasional becak selama periode arus mudik dan balik Lebaran guna mengurangi potensi kemacetan.
“Larangan itu untuk meminimalisasi kepadatan lalu lintas. Untuk waktu mulai dan berakhirnya masih menunggu regulasi dari provinsi,” tandasnya.
Sementara itu, salah satu tukang becak yang mangkal di depan Kecamatan Weru, Solek mengaku kecewa, pasalnya tahun kemarin hanya didatanya saja, namun tidak ada pemberian atau pemberitahuan lebih lanjut.
“Dimintai KTP dan KK sama foto dengan becaknya. Tapi, sampai arus baliknya selesai, saya dan teman-teman saya yang disini enggak dapet bantuan apapun,” katanya.
Padahal, lanjut Solek, meskipun dirinya mangkal di depan Kecamatan Weru, namun sering mengantarkan pelanggan ke arah Trusmi bahkan ke Tengahtani. “Ya kalau tahun ini enggak dapet, ya saya sih tetap bekerja,” tandasnya. (Ghofar)













































































































Discussion about this post