KOTA CIREBON, (FC).- Pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) di Kota Cirebon, kembali digelar mulai Hari Selasa (15/3). Setiap sekolah diminta untuk mengupdate aplikasi Jaga Sekolah sebagai bentuk pemantauan dan pengawasan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon Agus Mulyadi, menjelaskan seiring dengan masuknya Kota Cirebon pada penerapan PPKM level 3, maka kegiatan PTM juga diperbolehkan.
“Ketentuannya kapasitas 50 persen dan 4 jam pelajaran,” terang Gusmul demikian sapaan akrabnya kepada FC.
Untuk pengawasan terhadap kegiatan PTM, lanjut dia, saat ini Pemkot Cirebon sudah memiliki aplikasi Jaga Sekolah.
Gusmul meminta setiap sekolah untuk rutin memasukkan data perkembangan Covid-19 melalui aplikasi tersebut.
“Penggunaan aplikasi sudah kami sosialisasikan kepada setiap sekolah. Baik sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon maupun Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah X Dinas Pendidikan Provinsi Jabar,” ujarnya.
Dengan menggunakan aplikasi Jaga Sekolah, pelaporan perkembangan Covid-19 di setiap sekolah di Kota Cirebon dapat diketahui setiap saat.
Laporan ini juga yang menjadi dasar pengambilan keputusan satuan tugas (satgas) Covid-19 Kota Cirebon.
Di sisi lain, seiring dengan dimulainya kembali PTM, vaksinasi Covid-19 dosis kedua untuk anak usia 6-11 tahun kembali digenjot.
Vaksinasi untuk anak usia tersebut sempat mengalami perlambatan. Pasalnya, Kota Cirebon masuk penerapan PPKM level 4 sehingga sekolah ditutup dan vaksinasi yang sebelumnya digelar di sekolah tidak bisa dilakukan kembali. Untuk pendidik dan tenaga kependidikan segera dilakukan vaksin booster.
“Kita intensifkan dua minggu ini, sebelum Ramadan,” tutur Gusmul yang juga menjabat Ketua Harian Penanganan Covid-19 Kota Cirebon ini.
Sementara Kepala Seksi Pendidikan Dasar Disdik Kota Cirebon, Ade Cahyaningsih menjelaskan, untuk vaksinasi Covid-19 dosis kedua anak usia 6-11 tahun tinggal 50 persen lagi.
“Kita optimis bisa kejar dua minggu ini. Kami sudah meminta kepada pihak sekolah untuk rutin melaporkan perkembangan Covid-19 di sekolah masing-masing. Terlebih pelaporan saat ini sudah mudah tinggal klik tidak manual lagi,” imbuhnya. (Agus)
















































































































Discussion about this post