KAB. CIREBON, (FC),- Kegalauan masyarakat Desa Barisan, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon yang berada di dekat pantai lantaran selama ini air sumur warga yang rasanya payau kini sedikit lega.
Pasalnya, persoalan air bersih yang selama dialami masyarakatnya segera tertangani dengan direalisasikannya program pamsimas di desanya. Bahkan, Kamis (18/3) sudah dilakukan pengeboran.
Kuwu Desa Barisan, H. Slamet mengungkapkan, dengan direalisasikannya program Pamsimas di desanya, dirinya merasa bersyukur lantaran kebutuhan air bersih untuk warganya yang selama ini selalu merasa kesusahan akhirnya segera tertangani.
Sehingga dirinya meminta kesiapan kepada pihak terkait dalam pengelolaan program Pamsimas sebagai bentuk tanggung jawab untuk mengelola dengan baik dan berdaya guna.
Nantinya, lanjut dia, terbentuk kerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), termasuk penyediaan modal kerja untuk pengadaan peralatan yang dibutuhkan ke rumah-rumah warga.
Aku dia, ini akan menjadi salah satu tambahan PADes. Karena Desa Barisan merupakan desa pesisir yang sulit mendapatkan air bersih, bila ingin mendapatkan air tawar yang bisa dikonsumsi warga harus punya sumur bor dengan kedalamam diatas 120 meter.
Baca Juga: Tata Jalan Pemukiman, Desa Barisan Rencanakan Bangun Jalan Setapak
“Dengan terealisasinya program pamsimas ini semoga persoalan kesulitan air bersih ini segera teratasi, saat ini sudah tahap pelaksanaan pengeboran dan pelatihan tenaga pengelolanya,” ungkapnya.
Dijelaskan Slamet, pengelolaan pamsimas adalah program berkelanjutan, akan dikelola KPP (Kelompok Pengelola PAM) Tirta Makmur dan Desa punya bumdes nanti menjadi mitra.
Terkait berapa iuran pamsimas? Yang pasti lebih murah dari PDAM, karena nanti masyarakat yang menentukan contoh berapa biaya untuk penggunaan listrik, kerusakan, pengembangan nanti masyarakat yang menentukan, iuran masyarakat yang menentukan.
“Barusan anggota KPP Tirta Makmur ini mendapat pengarahan dan pelatihan dari pendamping, selaku pengelola minimal paham tekhnik nyambung, kerusakan, menghitung iuran, agar kedepan bisa mengelola secara mandiri,“ jelasnya.
Lebih lanjut H. Slamet mentargetkan untuk awal penyambungan pelanggan pamsimas, bisa sekitar 150 rumah.
Anggaran pembangunan pamsimas yang menelan biaya Rp240 juta dengan stimulan anggaran desa sebesar Rp70 juta.
Selain itu juga untuk lokasi pengeboran pihaknya akan ditempatkan di RT 09 RW 03 Dusun Pahing.
“Kalau memang peminatnya banyak mungkin kami juga akan mengajukan kembali pengadaan pamsimas tambahan, teritama yang berada di sebrang jalan raya, karena pipa sambungan tidak bisa menembus ke sebrang jalan raya, ” tuturnya. (Nawawi)














































































































Discussion about this post