KAB.CIREBON, (FC).- Isu regenerasi petani menjadi perhatian utama dalam peringatan 10 tahun Mari Sejahterakan Petani Indonesia yang digelar di Desa Sukadana, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Cirebon, Sabtu (25/4).
Ketua Umum MSP Indonesia, Bambang Mujiarto, menegaskan masa depan sektor pertanian sangat bergantung pada keterlibatan generasi muda, khususnya kalangan milenial dan Gen Z.
Menurutnya, saat ini sektor pertanian masih didominasi petani berusia lanjut, sementara minat generasi muda untuk terjun ke bidang pertanian masih rendah. Kondisi tersebut dinilai menjadi ancaman bagi keberlanjutan ketahanan pangan nasional.
“Faktanya, yang bertahan di sektor pertanian saat ini mayoritas berusia di atas 50 tahun. Sementara generasi muda, baik milenial maupun Gen Z, masih sangat minim yang terjun langsung ke sawah,” ujarnya.
Ia menilai perubahan pola pikir menjadi kunci untuk menarik minat anak muda. Pertanian harus diperkenalkan sebagai sektor modern yang memiliki peluang besar, bukan sekadar pekerjaan tradisional.
“Pertanian ini harus kita kenalkan dengan pendekatan baru. Bukan hanya soal cangkul dan lumpur, tapi juga soal inovasi, teknologi, dan peluang bisnis yang besar. Di sinilah pentingnya melahirkan petani milenial,” jelasnya.
Bambang juga mendorong agar edukasi pertanian mulai dikenalkan sejak dini melalui dunia pendidikan. Menurutnya, pengenalan pertanian di bangku sekolah dapat membangun ketertarikan generasi muda sejak awal.
“Kita perlu memasukkan edukasi pertanian sejak sekolah dasar. Gen Z harus dikenalkan bahwa pertanian itu modern, punya peluang, dan memiliki masa depan,” tegasnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya inovasi dalam metode pembelajaran dan praktik pertanian agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, termasuk pemanfaatan teknologi digital dan kreativitas generasi muda.
Dengan pendekatan tersebut, MSP Indonesia berharap tercipta ekosistem pertanian yang lebih inklusif dan diminati generasi muda, sehingga lahir petani-petani muda yang mampu membawa sektor pertanian menjadi lebih maju dan berdaya saing.
“Harapannya, generasi muda tidak lagi menjauh dari sawah, tetapi justru kembali dengan semangat baru dan ide-ide kreatif,” pungkasnya. (Nawawi)












































































































Discussion about this post