Dia menjelaskan kondisi Indramayu jika tidak mau dikatakan sedang dalam mobokrasi demokrasi harus keluar dari lubang jarum politik monoton dan koruptif.
Satu-satunya cara adalah memunculkan figur baru, tokoh milenial yang tidak hanya jargon, namun betul-betul mengerti kondisi dan aspirasi mereka.
“Figur baru dan tokoh milenial ini satu-satunya cara sebagai alternatif pilihan calon pemimpin Indramayu kedepan yang berintegritas dan terbebas dari beban masa lalu. Jika yang muncul ‘wajah lama’ atau yang terkait dengan dinasti lama, bukan tidak mungkin masyarakat kian apatis terhadap Pilkada Indramayu tahun ini dan ini akan sulit melahirkan pemimpin berintegritas,” ungkapnya.
Dia menambahkan, Pilkada ini diharpakan menjadi momentum emas masyakarat khususnya bagi Generasi Muda Indramayu untuk lebih cerdas memilah dan memilih calon pemimpin agar tidak jatuh pada persoalan buruk yang berulang seperti budaya praktek koruptif elit.
Untuk itu pada Pilkada ini diharapkan semakin banyaknya muncul figur baru, muda dan berintegritas untuk berani tampil mencalonkan diri.
“Munculnya generasi muda yang siap dan berani melakukan terobosan kreatif untuk perubahan, mampu melakukan sinergi dengan semua lapisan masyarakat diyakini akan menjadikan Indramayu lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya. (Agus)











































































































Discussion about this post