Mirisnya disaat yang bersamaan, masyarakat alit sedang berjuang keluar dari kemiskinan. Sementara elit mereka sibuk mempertahankan politik dinasti dan praktek koruptif.
“Kondisi ini menimbulkan sikap apatis dari masyarakat khususnya generasi milenial
Indramayu,” ungkapnya
Menurut Ade, Generasi Muda Indramayu sebagai bagian milenial aset potensial harus berani
bangkit berjuang untuk kemajuan daerah.
Sumbatan demokrasi yang selama ini terjadi disadari betul menjadi tantangan generasi milenial untuk berkarya melakukan inovasi dan kreatifitastermasuk dalam dunia sosial politik.
“Apatisme ini muncul karena mereka hanya dijadikan “alat” kepentingan sesaat pada momentum kontestasi Pilkada. Gaung Milenial, Peduli Generasi Muda, dll hanya jargon politik untuk menarik simpati milenial untuk memilih. Setelahnya dan yang sudah sering kali terjadi, nasib mereka tidak semanis jargon politik yang dijanjikan, justru mereka dipertontonkan oleh perilaku koruptif elit pemimpinnya,” ujarnya




















































































































Discussion about this post