KAB.CIREBON, (FC).- Rencana Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon menggandeng investor untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di daerah ini dipastikan akan mampu menyelesaikan permasalahan sampah di Kabupaten Cirebon secara tuntas.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon Dede Sudiono ketika ditemui media di kantornya, Senin (27/10).
Dijelaskannya, permasalahan sampah adalah masalah klasik yang tak pernah habis dibahas.
Dari tahun ke tahun, tumpukan sampah terus meninggi, menjadi pemandangan yang kian memprihatinkan di banyak daerah, tak terkecuali di Kabupaten Cirebon.
Namun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon kini tengah menyiapkan langkah besar untuk mengubah masalah tersebut menjadi berkah, yakni dengan membangun PLTSa.
“Langkah ini diharapkan menjadi terobosan nyata dalam mengatasi persoalan sampah yang selama ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi daerah dengan jumlah penduduk lebih dari dua juta jiwa tersebut,” kata Dede Sudiono.
Dijelaskannya, PLTSa ini direncanakan memiliki kapasitas sebesar 10 Megawatt (MW). Energi listrik itu akan dihasilkan dari pengolahan sekitar 600 ton sampah an-organik per hari.
“Dengan adanya PLTSa ini, kita bisa mengurangi hampir separuh produksi sampah harian di Kabupaten Cirebon. Saat ini produksi sampah kita mencapai sekitar 1.200 ton per hari,” jelasnya.
Menurutnya, pembangunan PLTSa menjadi salah satu solusi strategis dalam menjawab dua masalah sekaligus pengelolaan sampah dan kebutuhan energi.
Selain itu, proyek ini juga akan mendorong transformasi pola pikir masyarakat dari sekadar membuang sampah menjadi bagian dari sistem ekonomi sirkular.
Baca Juga: DLH Kabupaten Cirebon Dorong Desa Mandiri Kelola Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular
“Kalau dulu sampah dianggap masalah, nanti justru bisa jadi sumber energi. Sampah punya nilai ekonomi dan manfaat besar bagi masyarakat jika dikelola dengan teknologi yang tepat,” katanya.
Dede menjelaskan, saat ini pihaknya tengah melakukan tahap persiapan teknis dan administrasi bersama sejumlah lembaga terkait. Harapannya, proyek ini bisa mulai dibangun pada tahun 2027 mendatang.
Selain mengurangi timbunan sampah, keberadaan PLTSa juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
“Proyek ini bukan hanya soal teknologi, tapi juga soal perubahan perilaku. Kita ingin masyarakat Cirebon lebih peduli terhadap lingkungan dan ikut mendukung pengelolaan sampah dari rumah tangga,” tutur Dede. (Nawawi)














































































































Discussion about this post