KOTA CIREBON, (FC).- Petugas gabung dari Tim SAR gabungan dari BPBD, Polres, Polairud dan TNI terus melakukan upaya pencarian bocah berusia 11 tahun yang terjatuh dan hanyut di Sungai Kriyan, Kota Cirebon.
Dari malam hingga Selasa pagi (5/5), petugas yang diterjunkan untuk melakukan pencarian sebanyak 78 personel. Mereka melakukan penyisiran dari mulai lokasi tenggelam hingga arah ke hilir atau muara sungai.
Terlihat petugas tersebar di sisi sungai yang cukup terjal dan curam, mereka fokus ke pinggiran dan tengah aliran sungai yang berwarna coklat. Petugas juga mengerahkan tugas perahu karet untuk memperluas area pencarian.
Namun sampai berita ini diturunkan, upaya ini belum membuahkan hasil.
Kepada wartawan, Koordinator Basarnas Pos SAR Cirebon, Syarif Prabowo mengatakan, pencarian hari ini difokuskan dengan membagi area menjadi tiga sektor.
“Untuk teknis pada hari ini, pencarian kita bagi menjadi tiga sektor. Jarak dari LKP ke muara itu sekitar 1,5 kilometer. Jadi kita bagi tiga sektor per 500 meteran,” ujar Syarif.
Ia menjelaskan, tim SAR gabungan mengerahkan empat alat utama dalam operasi ini, terdiri dari dua perahu LCR dan dua perahu fiber. “Di sini kita menggunakan empat alut; dari LCR dua alut dan fiber dua alut. Jadi kita maksimalkan dari titik LKP sampai ke muara,” terangnya.
Proses pencarian sendiri, kata dia, l tidak sepenuhnya berjalan mudah. Arus sungai yang deras karena kiriman air dari hulu sempat menjadi kendala bagi tim di lapangan.
“Untuk informasi dari kemarin, arus cukup deras. Kemudian alhamdulillah hari ini terpantau cukup tenang arusnya. Semoga tidak ada arus susulan dari hulu yang akan mendorong korban sampai ke muara,” katanya.
Tim SAR juga sempat memanfaatkan teknologi drone thermal untuk membantu pencarian pada malam hari. Namun masih belum terdeteksi, mengingat cuaca sudah turun hujan dan suhunya juga sudah mulai dingin, jadi tidak begitu terpantau.
“Sampai saat ini masih kita lakukan penyisiran menggunakan alut serta body rafting di pinggiran sungai. Nanti ke depannya apakah perlu tim penyelam atau tidak, akan kita informasikan,” ungkapnya.
Diceritakan Syarif, titik awal korban diduga terjatuh berada tidak jauh dari lokasi tim saat ini, dengan jarak sekitar 5 hingga 7 meter dari bantaran sungai. Korban terakhir terlihat sekitar 20 meter ke arah hilir.
“Untuk dari TKP itu kita tetap maksimalkan jarak sampai ke muara, itu 1,5 kilometer. Namun kita tetap titik fokus di 500 meter awal,” imbuhnya.
Pada malam sebelumnya, pencarian bocah tenggelam juga diupayakan oleh masyarakat setempat dengan melakukan adzan pitu. Upaya ini diharapkan bisa membantu secara spiritual dalam menemukan bocah tenggelam tersebut. (Agus)











































































































Discussion about this post