Agus mengaku, dalam proses tersebut, pihaknya hanya bersifat ikut berkontribusi. Dengan demikian, tidak semuanya proses pengerjaan perbaikan jalan tersebut ditanggung oleh perusahaan.
“Manajemen siap berkontribusi. Jadi dalam pengerjaan perbaikan jalan ini, kami berkontribusi ya, bukan menanggung. Kami sediakan bahan bakunya, seperti aspal, pasir, batu dan material yang lainnya. Adapun pengerjaannya dilakukan oleh Dinas PUTR,” papar dia.
Masih dikatakannya, perbaikan jalan ini sifatnya sementara yakni dengan menambal yang berlubang dulu.
“Kata dari Dinas PUTR, sebetulnya pada tahun 2021 sudah ada anggarannya untuk perbaikan. Jadi pengerjaan sekarang ini, bisa lah bertahan sampai enam bulan ke depan, saat pemerintah melakukan perbaikan jalan tersebut,” lanjut dia.
Agus mengaku, selain karyawan, kendaraan besar dari pabrik juga kerap menggunakan jalur itu. Namun, hal itu sudah masuk ke dalam proses perijinan sebelum pabrik tersebut beroperasi.
“AMDAL itu kan ada AMDAL lalu lintas, juga jalan. Dan itu sudah diproses semua. Saat ini, beban jalan ini 8 tonase. Katanya, tahun depan, pada proses perbaikan akan ditambah juga, agar bobot di atas 8 ton itu bisa melintas. Begitu juga dengan lebarnya,” papar Agus.
Lebih jaih Agus mengaku, pihaknya juga pernah melakukan perbaikan di jalan yang sama. Namun, lantaran keburu masuk musim hujan, pengerjaan itu dihentikan.
“Pas mau lanjut, kita kena pandemi. Bagaimana pun juga, pandemi ini berdampak kepada perusahan kami,” papar dia. (Munadi)













































































































Discussion about this post