KAB. CIREBON, (FC).- Dua hari pasca terjadinya kebakaran yang melanda gedung Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cirebon. Imbasnya dua gudang ludes dilalap si jago merah, termasuk api menerjang mesin pendingin darah (cooling room).
Ketua Umum PMI Kabupaten Cirebon, Hj Rd Sri Heviyana mengatakan, setelah dilakukan perincian, kerugian yang dialami PMI akibat kebakaran kemarin adalah mencapai Rp2 miliar. Dikarenakan mesin pendingin darah dengan kapasitas penyimpanan 4.000 darah tersebut terbakar. Itu belum termasuk gedung PMI.
“Tapi sekarang lagi dilihat oleh tim teknisi ahlinya. Apakah masih dapat diperbaiki atau harus membeli ulang. Karena kalau sampai mesin dalam yang kena ya harus membeli ulang. Tapi kalau hanya body (permukaan luar) kita bersyukur. Mudah-mudahan bisa diatasi,” kata Heviyana usai meninjau lokasi kejadian, Rabu (9/9).
Selain mesin pendingin darah yang terkena amukan api, alat logistik serta alat penanggulangan bencana pun ikut ludes. Maka, lanjut Heviyana, untuk menanggulangi darah yang tersisa atau yang ada, sementara pihaknya memakai mesin yang kecil.
“Maka yang pertama adalah kita harus segera menanggulangi mesin, karena kalau berlarut-larut itu dampaknya ke masalah darah,” kata Heviyana.











































































































Discussion about this post