Dikatakan Heviyana, saat ini pihaknya juga sedang berkoordinasi dengan PMI Provinsi Jawa Barat. Bersyukur, kata dia, kemarin Ketua PMI Provinsi Jawa Barat juga sudah menyampaikan bagaimana dan apa saja yang akan dibutuhkan oleh PMI Kabupaten Cirebon.
“Karena memang di sini semua alat-alat seperti alat-alat bantuan untuk penanggulangan bencana ini semua habis terbakar. Dan secara kebetulan sebentar lagi kita (PMI,-red) akan memperingati HUT PMI. Itu kami sudah mempersiapkan untuk terjun ke lapangan dengan masyarakat. Seperti sudah mempersiapkan logistik, masker dan lainnya. Karena bagaimanapun dimasa pandemi yang melanda Kabupaten Cirebon itu kita harus menggerakkan waktu untuk turun ke lapangan salah satunya juga dengan tetap melaksanakan penyemprotan desinfektan,” bebernya.
Pihaknya berharap, Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon, dan seluruh masyarakat dapat membantu PMI agar secepat mungkin PMI bisa kembali bergerak normal dan kembali bisa memberikan pelayanan seperti semula.
“Alhamdulilah, untuk pelayanan kita tidak terganggu, karena memang yang kebakar ini hanya gudang UTD dan gudang Markas. Tetapi untuk mesin pendingin ini yang harus cepat diperbaiki untuk penyimpanan darah,” harapnya.
Heviyana menambahkan, dengan kejadian pandemi Covid-19 yang melonjak, berdampak kepada pendonor disini. Ia juga meminta Kepala UTD untuk terus berupaya jangan sampai pendonor darah sampai merosot, karena kebutuhan darah itu terus-menerus.
“Nah kemarin saja itu ya sampai seperti kayak antrian loket yang mau membeli tiket nonton hanya untuk pengambilan kebutuhan darah. Dan kebetulan sekali pada musibah kemarin stok darah kita lagi tidak banyak yang memudahkan kami juga akan dipindah kepada lemari-lemari kecil, akan tetapi dampaknya dengan donor yang berkurang, jadi akhirnya kami menggunakan darah donor pengganti karena memang stok darah berkurang sekali,” tukasnya. (Ghofar)













































































































Discussion about this post