KAB. CIREBON, (FC).- Penantian masyarakat khususnya para petani di Desa Sukadana, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Cirebon ingin memiliki sarana dan prasarana pengairan yang diperuntukkan untuk areal pertaniannya, akhirnya setelah lebih dari 30 tahun, harapannya diwujudkan oleh Pemdes setempat dengan dibangunnya embung di atas lahan 5000 meter. Embung tersebut yang kini sudah sangat dirasakan manfaatnya.
Kuwu Desa Sukadana, Firmansyah mengatakan, berawal dari keinginan pemerintah Desa Sukadana dan para petani agar areal pertanian, baik titisara desa maupun areal lahan pertanian masyarakat agar dapat ditanami padi, bawang dan palawija dan lainnya, karena selama ini areal sawah tersebut hanya mampu untuk ditanam tebu, lantaran sulitnya pengairan ke lokasi tersebut serta tidak adanya fasilitas sarana dan prasarana pengairan yang memadai.
“Kami memanfaatkan tanah desa yang kurang bermanfaat, yang kondisinya berupa rawa – rawa, kita manfaatkan dibangunkan embung,” ungkapnya, Minggu (16/1).
Firman menceritakan, sekitar lebih dari 30 tahun lahan pertanian di desanya hanya mengandalkan air hujan untuk musim tanam. Maka dari itu, pihak desa berinovasi membangun embung di tanah desa, lima bulan lalu meski embung belum jadi sempurna namun sudah mampu menampung air, sehingga tanah pertanian yang awalnya susah mendapatkan air disewa warga untuk mencoba ditanam bawang merah. Seiring dengan kemudahan pengairan di lokasi tersebut lahan yang awalnya disewa hanya di kisaran Rp6 juta per tahun per hektarnya, bahkan, terang Firman, ada sebagian lahan yang tidak laku di sewa, kini harga sewanya sudah naik mencapai Rp12 juta per hektar per tahunnya.
“Ini baru pertama menanam bawang merah di sini dan berhasil, sehingga petani kembali menanam bawang, manfaat keberadaan embung ini bukan hanya desa ini saja tetapi desa tetangga dapat menikmatinya,” ungkap Firman.
Ditambahkan Firman, embung ini secara bertahap masih banyak proses yang harus dilakukan, diantaranya pembenahan jalan untuk akses pertanian serta akan dilakukan normalisasi nanti saat musim kemarau tiba. Selain masih kata Firman, lokasi tersebut juga akan dijadikan sebagai tempat wisata pemancingan, serta perluasan lahan sekitar embung yang selama ini hanya sebagai rawa-rawa yang kurang betmanfaat akan ditata.
“Pembangun embung ini kita mengalokasikan dari Dana Desa (DD) dan Bantuan Provinsi (Banprov) tahun anggaran 2021, sehingga pengembangannya akan kita lakukan secara bertahap pada anggaran ke depannya,” tetangnya.
Masih dikatakan Firman, untuk realisasikan program desa tak lepas dari peran serta masyarakat dan pihak terkait, maka dukungan dan kerjasama yang baik sangat diperlukan, dirinya berharap seluruh masyarakat untuk menjaga dan merawat embung yang dibuat, guna kelangsungan hidup para petani, serta dukungan pengembangan pembangunan ke depannya agar Pemdes mampu menata lokasi tersebut menjadi lebih baik dan memiliki manfaat yang lebih besar. “Dengan sendirinya perekonomian menggeliat, ketika embung dijadikan tempat wisata. Diharapkan, dinas terkait turut membantu untuk realisasikan program desa,” harap Firman. (Nawawi)













































































































Discussion about this post