Sementara perwakilan Grab Ciayumajakuning Gilang Oktaviansyah membeberkan, Grab Assistant ini menggantikan GrabExpress, telah diluncurkan pada pertengahan Juli lalu. Dengan berbagai kemudahan bagi para penggunanya. Tinggal perbarui aplikasi Grab, maka fitur ini akan muncul.
“Istilahnya bayar COD, jadi nantinya driver akan menalangi dulu pembayaran dari konsumen, setelah sampai dan barang diterima barulah konsumen membayarnya. Pujabon ini potensial sekali dalam transaksi di Grab Assistant,” imbuhnya.
Ditempat yang sama, Anggota DPRD Kota Cirebon Tunggal Dewananto meminta Disperindagkop UKM untuk konsisten dalam pembinaan pedagang selter ini. Jangan sampai mereka tidak nyaman berdagang, sehingga kembali ke pinggir jalan.
“Iya mas, selter ini harus dibuat sebagus mungkin ditambah fasilitas yang memadai. Jadi pedagang betah karena ramai pengunjung dan tidak kembali menjadi PKL,” imbuhnya.
Sementara itu pengurus pujabon M Sofyan menjelaskan, pujabon ini vakum sekitar 9 bulan lamanya, termasuk karena pandemi Covid-19. Guna menarik para pedagang untuk kembali ke selter, pihaknya dengan Disperindagkop UKM melakukan perbaikan-perbaikan dan penambahan fasilitas.
“Alhamdulillah, ada lebih dari 25 pedagang sudah masuk lagi ke selter,” ucapnya.
Selain fasilitas, pihaknya menarik para driver online untuk masuk ke selter. Dengan memberikan pelayanan khusus berupa menu hemat untuk mereka. Diharapkannya, cara ini bisa meramaikan pujabon, baik dari sisi kunjungan pembeli maupun dari transaksi online.
“Mudah-mudahan, ini bisa dimanfaatkan oleh para pedagang lainnya untuk masuk ke selter pujabon,” tandasnya. (Agus)















































































































Discussion about this post