KOTA CIREBON, (FC).- Semua anggaran pada semua dinas direcofusing untuk penanganan Covid-19. Devisit anggaran pun tak bisa dielakkan, karena pendapatan asli daerah (PAD) dipastikan terjun bebas dan dana baik dari provinsi maupun pusat mayoritas dibatalkan.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Cirebon Agus Mulyadi, seusai rapat pembahasan persiapan penyusunan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS). Rapat digelar di Ruang Adipura Kencana Balaikota Cirebon, Rabu (24/6).
Gusmul, demikian sapaan akrabnya menyampaikan, postur APBD Kota Cirebon tahun ini secara keseluruhan turun dari angka Rp1,77 triliun menjadi Rp1,28 triliun. Angka penurunan tersebut belum memperhitungkan DAK fisik dan nonfisik serta bantuan keuangan yang bersumber dari provinsi.
“Bila diasumsikan pendapatan untuk tahun 2021 itu sama dengan tahun 2020, DAK fisik dari pusat mudah-mudahan dapat dana sekitar Rp198 miliar. Kemudian dari banprov Rp290 miliar, itu yang sudah dibuat berita acaranya,” jelas Gusmul.
Selain penurunan dari PAD, pihaknya memprediksi penurunan pendapatan juga berasal dari dana transfer dana alokasi umum (DAU). Dan ini sudah ada pemangkasan dari pusat sekitar 10 persen.














































































































Discussion about this post