KAB. CIREBON, (FC).- Rektor Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), Khaerul Wahidin mengutarakan, bahwasanya seperti yang dikatakan oleh Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, yaitu Muhammadiya merupakan suatu organisasi besar serta memiliki kontribusi bagi bangsa yang diakui oleh seluruh masyarakat Indonesia.
Jika kita berangkat dari ideologi kemuhammadiyahan, Muhammadiyah adalah gerakan islam yang berdasar kepada Al-Qur’an dan Hadist sebagai kebijakan Islam, biasa disebut dengan Hadist Maqbulah atau Hadist Mutawari’, yang bertujuan untuk mewujudkan masyarakat islam yang sebenarnya. Sudah tentu kiprah Muhammadiyah tidak lepas dari nilai-nilai kebenaran, kejujuran, kemajuan, kesejahteraan, dan keadilan.
“Spirit moral ini jika dihubungkan dengan kehidupan kebangsaan ada relevansinya, bahkan jika kita lihat bangunan-bangunan yang didirikan Muhammadiyah di Indonesia sekarang ini adalah untuk kemajuan umat islam,” jelas Khaerul saat ditemui di Kampus 1 UMC, Rabu (24/6).
Banyak tokoh-tokoh Muhammadiyah yang turut berperan dalam memajukan bangsa, salah satunya yaitu, Ki Bagus Hadi Kusumo, sebagai salah satu anggota tim perumus dasar negara Indonesia. Selain itu, warga Muhammadiyah selalu diajarkan, baik melalui pendidikan keluarga, pendidikan di sekolah, pendidikan di madrasah, pendidikan di pesantren agar berpegang teguh kepada kepribadian yang mengarah pada kehidupan islami.
“Nah yang diajarkan oleh para tokoh, para sesepuh, dan para guru di lingkungan Muhammadiyah adalah agar bekerja dan beramal secara the right on the track atau sesuai dengan aturan-aturannya. Sebagai seorang pendidik tentunya harus cermat, teliti, dan bersemangat,” tuturnya.












































































































Discussion about this post