“Tapi saya juga sudah meminta Dinas Perdagangan agar memantau pergerakan harga, agar tidak ada gejolak atau hal yang tidak kita harapkan,” tuturnya.
Karna juga akan memaksimalkan “program puskesmas nganjang ka imah” untuk mendeteksi dan melihat secara langsung kondisi warganya.
“Mudah-mudahan di Majalengka tidak ada yang terjangkit ya. Kalau pun misal ada, kita sudah antisipasi dengan menyediakan ruangan isolasi baik untuk pasien maupun perawatnya. Karena penangan pasien corona berbeda dengan penyakit lainnya,” tukasnya.
Masih dijelaskan dia, yang menjadi sorotan pihaknya terkait pananganan warga asing yang ada di Majalengka. Karena berdasarkan data yang dimilikinya, ada sekitar 178 orang asing yang berasal dari Jerman, Korea Selatan, Amerika, China, dan yang lainnya. Dari total itu, ternyata mayoritas warga asing itu warga China, sebanyak 108 orang.
“Saya sudah instruksikan agar mereka terus diawasi dan tidak diperbolehkan pulang pergi ke kampung halamannya. Termasuk mereka harus melakukan pemeriksaan dan harus dinyatakan negatif virus corona,” tegasnya.
Disinggung mengenai virus corona yang menimpa Menteri Perhubungan dan pernah kontak fisik saat di Bandara Internasional Jawa Barat di Kecamatan Kertajati, Karna mendo’akan semoga beliau lekas sembuh dan bisa beraktivitas kembali.
“Kalau masalah Menhub saya sependapat dengan Gubernur. Tapi untuk memastikan, saya siap diperiksa, kendati masa inkubasinya sudah lewat, kan 14 hari,” ungkapnya. (Ibin)











































































































Discussion about this post